VIVAnews - Ekspor buah dan sayur ke Singapura diperkirakan menembus 36.500 ton pada tahun depan. Angka tersebut meningkat dibandingkan perkiraan ekspor tahun ini yang hanya 22 ribu ton.
Ketua Umum Asosiasi Eksportir Sayuran dan Buah-Buahan Indonesia (AESBI) Hasan J Widjaja menargetkan, ekspor tahun depan bisa naik menjadi 10 persen dari pangsa pasar konsumsi negara Singapura yang rata-rata 1.000 ton per hari.
"Sekarang hanya 6 persen. Diharapkan tahun depan bisa 10 persen," ujar Hasan di sela-sela Forum Bisnis Singapura-Indonesia di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2009.
Untuk mencapainya, pengusaha mendesak dukungan pemerintah menyediakan penyuluhan paska panen, terutama untuk packaging. "Kami juga akan kerja sama dengan Duta Besar Indonesia di Singapura untuk roadshow di Singapura melalui restoran-restoran Indonesia," ujarnya.
Daya saing petani buah dan sayuran Indonesia juga terletak pada ketersediaan bibit unggul. Untuk itu, pemerintah juga diminta turun tangan mengurangi bibit impor.
"Selain itu, pemerintah perlu membantu membuat coldstorage untuk paska panen sehingga panen bisa disimpan tahan lama sampai diantar ke tempat tujuan," ujarnya.
hadi.suprapto@vivanews.com