Metro

Harga Rusunami Pesanggrahan Diprediksi Naik

Pengembang harus menyelesaikan kewajiban pembangunan drainade dan resapan air.

Rabu, 4 November 2009, 12:20 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Sandy Adam Mahaputra
Rumah susun (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Pesanggrahan terganjal masalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengembang harus menyelesaikan kewajiban pembangunan drainade dan resapan air.

Menurut Kepala Bidang Penindahan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Ridwan Panjaitan, saluran air baru itu merupakan syarat mutlak penyusunan Amdal.

Sembari menunggu realisasi saluran air itu, BPLHD juga akan mengkaji masalah hidrologi sekitar proyek rumah susun itu. Petugas akan memastikan proyek itu tidak melenceng dari aturan tata ruang kota. "Jika pengembang siap membangun sarana dan prasarana tersebut, izin Amdal bisa keluar. Asal tata ruangnya juga sudah oke," kata Ridwan. Amdal merupakan syarat keluarnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dengan kondisi itu, Ridwan memprediksi harga Rusunami Pesanggrahan yang berlokasi Jalan Bintaro Permai, Jakarta Selatan, itu akan naik. Ia memperkirakan biaya yang dikeluarkan pengembang untuk membangun saluran air akan dibebankan kepada pembeli. "Ujung-ujungnya berimbas ke harga jual," ujarnya.

Sementera itu, sejumlah warga yang bermukim di sekitar proyek tetap menolak pembangunan rumah susun itu. Mereka khawatir pembangunan itu akan memicu terjadinya banjir, sebab, kawasan itu merupakan daerah tangkapan air.

"Kami tetap menolak meski Amdal dan IMB sudah keluar. Kalau perlu kami akan melakukan class action ke pengadilan jika pembangunan tetap dilanjutkan," kata seorang tokoh masyarakat yang bermukim di RW 03 Pesanggrahan, Guruh Gempita Daud.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ