Metro

'Jalur Gaza' Simbol Senioritas di SMAN 82

Budaya senioritas itu tercermin melalui penyebutan 'Jalur Gaza'.

Jum'at, 6 November 2009, 16:27 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Sandy Adam Mahaputra
Siswa sekolah SMA tengah mengendarai motor (VIVAnews/Maryadie)

VIVAnews - Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA Negeri 82 Jakarta, Muhammad Endang Supardi, membenarkan terjadinya aksi kekerasan yang dilakukan siswa senior terhadap junior. Ia bahkan mengatakan senioritas telah menjadi budaya di sekolah itu.

"Kalau senioritas itu pasti ada, kelas I harus menghormati kelas III, mungkin ada miss communication," kata Endang, kepada wartawan, Jumat, 6 November 2009.

Budaya senioritas itu tercermin melalui penyebutan 'Jalur Gaza' untuk sebuah lorong yang hanya boleh dilewati siswa senior. "Senioritas sudah lama terjadi, 'Jalur Gaza' tak boleh dilewati adik kelas," ujarnya.

Aksi kekerasan itu menimpa seorang siswa kelas I bernama Ade Fauzan Mahfuza. Peristiwa bermula pada Selasa pagi, 3 November 2009, saat Ade melintasi 'Jalur Gaza' untuk mengambil buku yang tertinggal di ruang ujian.

Atas keberaniannya melintasi kawasan para senior, itu Ade didatangi tujuh siswa kelas III. Ia kemudian dipukuli, dan ditampar. Usai jam sekolah, Ade kembali dianiaya oleh sekitar 30 siswa kelas III. Tubuhnya kembali dihujani pukulan, telinganya dilumuri gel, dan kepalanya ditaburi abu rokok.

Dalam kondisi tak sadar, Ade kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) oleh teman seangkatannya. "Saya tidak berani melawan. Memang aksi seperti ini sudah sering terjadi. Kelas II juga pernah dianiaya kaya gini," kata Ade saat ditemui di RSPP.

• VIVAnews
Rating
Komentar
ning
06/04/2010
gw heran ma wakaseknya, hrsnya dia malu dgn kejadian ini tp kynya dia seolah2 ga da beban sm skli... untung dl SMA gw g ky gitu, senior ma juniornya akur bgt...
Balas   • Laporkan
A'iz
07/01/2010
Yang namanya yang muda menghormati yang tua adalah keniscayaan alam, gak perlu pake jalur Gaza segala yang muda pasti hormat sama seniornya! Ini sekolah parah banget! kathrok!
Balas   • Laporkan
RADEN
14/11/2009
Pak endang tolong jangan di budayakan senioritas menjadi ajang kekerasan...kalo bisa hapuskan jalur gaja, walaw pun sudah turun temurun hapuskan saja pak...kepada Bapak Kepsek n wakepsek harus tegas donk menjalani tugasnya, apa bapak juga takut di keroyok
Balas   • Laporkan
shanti
10/11/2009
dimana mana berita pemukulan adik kelas jadi ngetop dech... di warung kopi ampe kantoran ngebahas kasus ini, tp sebaiknya pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian ini, karena kejadian ini bisa timbul karena ciptaanya dari para pendidik di sma 8
Balas   • Laporkan
dewa
10/11/2009
sebaiknya pak endang dan pak utar malu tuch...dan harusnya kalian mengundurkan diri aja... perpeloncoan disekolah ini sudah terlalu lama di biarkan... senioritas di sekolah ini harus di bubarkan
Balas   • Laporkan
Wei
09/11/2009
Haaah...Hey Pak endanG wakil kepala sekolah!! siapa sih yang kasih tuh jalur gaza...Kasih nama jalan kok Jalur gaza Itu sekolah pak' BiBit" masa depan negri Kita ..malah di Buat kayak Jalan yang penuh dengan preman kampung. Arti dari jalur gaza tuh Apa si
Balas   • Laporkan
terlalu
09/11/2009
T E R L A L U ..uuuuuuuuuuuuu
Balas   • Laporkan
Meggi Z
08/11/2009
yaelah, nih sekolah aneh bener, pake acara senioritas
Balas   • Laporkan
Eko Warisdiono
07/11/2009
Pak Endang (Wakasek SMAN 82 Jakarta) kenapa ya budaya senioritas harus ada. Mohon hapus yang namanya "Jalur Gaza" untuk menghilangkan kesan seram. Jadikan sekolah sebagai arena kebersamaan.
Balas   • Laporkan
Hakim
06/11/2009
Gilaaaaaaaaaaaaa... salut gw sama tuh wakil kepala sekolah........ sekolah dimana sih lu Tong..? kampung abis tingkah laku lu
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ