Metro
Pemadaman Listrik

Penjelasan Boediono Soal Padamnya Jakarta

Akibat kerusakan di Kembangan dan Cawang, Jakarta kehilangan 1.000 megawatt.

Jum'at, 13 November 2009, 13:47 WIB
Elin Yunita Kristanti, Bayu Galih
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di Jakarta. Masyarakat pengguna listrik pun menjerit. Mereka protes.

Wakil Presiden, Boediono lantas angkat bicara. Menurut Boediono, masalah listrik di Jakarta bermula dari kerusakan trafo di gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) Kembangan, yang memasok wilayah barat Jakarta pada  27 September 2009.

"Kemudian Cawang yang memasok timur Jakarta pada 29 Oktober," kata Boediono usai Salat Jumat di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat 13 November 2009.

Meledaknya dua GITET itu, kehilangan besar untuk Jakarta."Akibat kerusakan itu, Jakarta kehilangan daya 1.000 megawatt dan membuat pemadaman sekitar 700 megawatt," tambah Boediono.

Saat ini, jelas Boediono, pemerintah tengah berupaya mengatasi masalah listrik di Jakarta.

"Pemerintah telah menginstruksikan percepatan penyelesaian dan mengoptimalkan semua alternatif solusi, termasuk mengganti pasokan dari membeli listrik dari pembangkit di sekitar Jakarta yang penyalurannya  tidak melalui dua trafo yang rusak itu," jelas Boediono.

Untuk perbaikan kerusakan di Kembangan, jelas Boediono, dilakukan dengan beberapa cara, termasuk mempercepat beroperasinya trafo di GITET Balaraja.

Dimulai 10 Oktober 2009, Balaraja berfungsi dan mengambil alih sebagian kekurangan trafo Kembangan.

"Kemudian mempercepat beroperasinya proyek turbin gas Muara Karang. Ada dua turbin yang beroperasi di sana, satu mulai 5 Oktober 2009, sedangkan lainnya yakni turbin gas 2,1 beroperasi mulai 27 Oktober.

Sementara untuk Cawang, sedang diupayakan memindahkan sebagian beban tafo ke GITET Depok dan Bekasi.

"Juga membeli daya dari Argo Pantes, Cikarang Listrikindo, dan Bekasi Power, total sebesar 89 megawatt.

Ditambahkan Boediono, juga sedang diusahakan mengganti trafo dengan cadangan dari Kriyan, serta mendatangkan peralatan yang rusak dari Perancis dan Jepang.

"Paling lambat pertengahan Desember perbaikan di Cawang selesai. Besar kemungkinan pada minggu pertama," tambah Boediono.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dzoel
13/11/2009
JK lebih cepat dan lebih baik
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ