VIVAnews – Ariyanto alias Ateng, pemilik agen elpiji di Jalan Swadaya RT 8 RW 5 Duren Sawit, Jakarta Timur, diduga ikut tewas dan masih tertimbun di puing bangunan yang terbakar pada Jumat 13 November 2009 pukul 10.30. Sedangkan jenazah istri Ateng, Siti, telah ditemukan.
Analisa ini, kata Kepala Kepolisian Sektor Duren Sawit, Komisaris Titik Setiowati, didasarkan dari keterangan para saksi mata yang menyebut bahwa sebelum terjadi kebakaran hebat, Ateng sedang bersama istrinya di dalam agen.
Itulah sebabnya, kata Siti, untuk memastikan nasib Ateng, petugas akan membongkar bangunan toko elpiji yang telah rata dengan tanah. “Sekarang ini, kami sedang nunggu eskavator untuk membongkar timbunan bangunan,” katanya kepada VIVAnews.
Sebelumnya, Siti yang tewas dalam kebakaran hebat itu ditemukan ketika proses pemadaman kebakaran yang dilakukan petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur sedang berlangsung.
Setelah 14 unit mobil pemadam kebakaran berhasil menjinakkan si jago merah, ibu rumah tangga ini baru dapat dievakuasi dari kamar mandi. Setelah itu, petugas dibantu warga melarikan ibu dua orang anak itu ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Kebakaran itu telah melahap seluruh material bangunan permanen tempat usaha milik Ateng dan Siti. Bahkan beberapa rumah yang berada di sekitarnya juga ikut rusak.
Sementara itu penanganan kasus kebakaran ini diserahkan kepada petugas Kepolisian Sektor Duren Sawit. Dari olah tempat kejadian dan keterangan saksi, untuk sementara polisi menduga kebakaran diakibatkan ledakan tabung gas.
Terkait dugaan penyebab meledaknya tabung itu karena praktek pengoplosan isi gas, Titik Setiowati mengatakan investigasi yang dia lakukan belum masuk ke arah itu.
“Apakah ada pengoplosan isi gas atau tidak, kami belum pernah tahu,” katanya.