Metro

Trauma, Karyawati PT Ahluwalia Masuk RS

"Dia mengalami penganiayaan ditambah lagi dia juga mengidap penyakit dalam."

Jum'at, 13 November 2009, 18:30 WIB
Siswanto, Zaky Al-Yamani
Ilustrasi kekerasan (Nadya)

VIVAnews – Neneng, 24 tahun, karyawati PT Ahluwalia Group, Jakarta Pusat, kini tergolek lemas di Rumah Sakit M. Ridwan Jakarta Pusat. Dia trauma setelah mengaku mendapatkan penganiayaan dari pimpinannya.

"Dia mengalami penganiayaan ditambah lagi dia juga mengidap penyakit dalam sehingga menimbulkan trauma psikis,” kata Syamsul Munir, pengacara karyawan PT Ahluwalia Group di Markas Kepolisian Resor Jakarta Pusat, Jumat 13 November 2009.

Kasus ini terbongkar setelah awal pekan lalu, sedikitnya 25 karyawan yang umumnya perempuan mengadu ke Mapolres Jakarta Pusat. Mereka melaporkan pimpinan PT Ahluwalia Group, Ricky Ahluwalia, dalam kasus penganiayaan.

Sebelumnya  pengacara karyawan dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Jakarta, Hendrik Sirait, menilai penganiayaan yang diterima para karyawan itu sudah di luar batas kemanusiaan.

PBHI mengungkapkan penganiayaan yang diterima karyawan mulai dari penamparan, dipaksa menjilat sendal sampai dipaksa minum air dari toilet.

Hal itulah yang kemudian membikin Neneng dan para karyawan lainnya trauma. “Dia sejak kemarin sering melamun dan nangis terus menerus," kata Syamsul.

Kasus ini telah ditangani kepolisian dan Hendrik telah ditahan sebagai tersangka. Dia ditahan bersama dua anak buahnya.

“Kami minta proses dipercepat karena kami tidak terima perlakuan tersebut kalau ingat peristiwa itu,” kata Peni Purwaningsih, karyawan yang juga menjadi  korban.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ