Metro

Hati-hati, 2 Juta Pohon di DKI Rawan Tumbang

Pohon rawan tumbang tersebar di lima wilayah. Usianya rata-rata sudah di atas 30 tahun.

Senin, 16 November 2009, 07:49 WIB
Siswanto
Pohon Tumbang di Agus Salim (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Dinas Pertamanan dan Pemakaman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga ibukota ekstra waspada di musim hujan ini. Sebab, dari empat juta lebih pohon besar yang tumbuh di Jakarta, dua juta di antaranya merupakan pohon rawan tumbang. Jika tidak hati-hati dikhawatirkan warga jadi korban robohnya pohon.

Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Dwi Bintarto mengatakan pohon rawan tumbang ini rata-rata usianya lebih dari 30 tahun. Pohon-pohon itu tersebar di lima wilayah ibukota.

Di Jakarta Pusat, pohon rawan tumbang di antaranya terdapat di kawasan Menteng, Jalan Medan Merdeka (sisi Selatan, Barat, Utara, dan Timur) dan Jalan Teuku Umar.

“Umumnya pohon di sana merupakan pohon pelindung seperti asem, mahoni, angsana, dan tanjung,” ujar Dwi Bintarto seperti dikutip dari situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di Jakarta Selatan, antara lain terdapat di kawasan Kebayoran Baru seperti di Jalan Lansat, Jalan Hangtuah, Jalan Lautser, Jalan Pakubuwono.

Demikian halnya di Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara, tidak sedikit pohon berusia tua yang rawan tumbang di wilayah ini.

Sayangnya, hingga kini Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI merasa kesulitan untuk memprediksi pohon mana saja yang kemungkinan segera tumbang. Kecuali jika pohon sudah terlihat keropos, maka petugas dapat langsung melakukan penopingan pada bagian dahan maupun batangnya sekaligus.

“Kami belum pernah tahu mana yang akan tumbang. Selama ini belum melakukan tes akar,” katanya.

Biasanya, faktor pendukung terjadinya pohon tumbang lebih disebabkan oleh hujan yang disertai angin kencang. banyaknya petir saat hujan juga turut memengaruhinya. Dalam kondisi demikian biasanya pohon besar yang sudah tua tak mampu menahan terpaan angin hingga akhirnya tumbang.

Faktor lainnya adalah karena akar pohon yang terhimpit oleh bangunan trotoar.

“Belum lagi pohon yang berada di ruas jalan yang selalu tergenang air hujan. Lantaran sering terendam air dan dimakan binatang biasanya akar utamanya menjadi tak mampu menunjang pohon,” katanya.

Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat terjadi hujan.

Seperti diketahui, memasuki musim penghujan ini sebagian pohon mulai bertumbangan. Misalnya, dua pohon di kawasan Joglo, Jakarta Barat tiga hari lalu tumbang menimpa sebuah rumah dan bus Metromini. Pada waktu bersamaan tiga pohon di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, juga ambruk menimpa mobil dan kantor pusat kebudayaan Jerman.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ