Metro
Selama 2009

Jakarta Timur Musnahkan 3.752 Unggas

Pemerintah Kota Jakarta Timur selama tahun 2009 memusnahkan 3.752 unggas.

Selasa, 17 November 2009, 11:27 WIB
Maryadie, Zaky Al-Yamani
Wabah flu burung (Antara/Nyoman Budhiana)

VIVAnews - Pemerintah Kota Jakarta Timur selama tahun 2009 memusnahkan 3.752 unggas. Pemusnahan ini sebagai upaya untuk mengurangi peredaran virus flu burung.

Berdasarkan data Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur, 3.752 unggas yang dimusnahkan itu terdiri dari 1.537 ekor ayam, 390 itik, dan 1.825 burung dara.

Dari 10 kecamatan yang ada, unggas terbanyak yang ditertibkan berasal dari Kecamatan Cipayung yang mencapai 864 ekor. Disusul Kecamatan Pulogadung 817 ekor unggas, Kecamatan Makasar 451 ekor, Cakung 430 ekor, Kramatjati 325 ekor, Ciracas 291 ekor, Pasarrebo 219 ekor, Jatinegara 189 ekor, Durensawit 85 ekor, serta Matraman 81 ekor unggas.

Seluruh unggas itu dimusnahkan dengan cara dipotong oleh petugas kemudian dagingnya dikembalikan lagi kepada pemiliknya untuk dikonsumsi. Sedangkan kandang yang dipakai untuk memelihara unggas langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kasudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur, Adnan Ahmad, mengatakan, pemusnahan unggas ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas di wilayah DKI Jakarta.

Jenis hewan yang dimusnahkan itu antara lain adalah ayam, ituk, entok, dan burung dara.

Berdasarkan Perda itu, setiap warga ibukota dilarang untuk memelihara unggas khususnya di kawasan pemukiman masyarakat.

Hal ini sebenarnya sudah disosialisasikan aparat berulang kali dalam berbagai kesempatan. Kecuali jika unggas tersebut memiliki sertifikasi dari unit terkait maka dibolehkan untuk dipelihara. ”Karena itu kami berharap agar masyarakat dapat memaklumi adanya penertiban unggas di wilayahnya," kata Adnan seperti dikutip situs resmi Pemerintah DKI.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ