Metro

Dilarang, Orang Makin Penasaran Nonton 2012

Gus Ipul yakin 2012 tak akan runtuhkan iman, bila menonton film 2012.

Rabu, 18 November 2009, 16:36 WIB
Amril Amarullah
Antrean penonton 2012 di Sutos XXI. (Surabaya Post / Fiqih Arfani)

SURABAYA POST -- Film 2012 mengundang kontroversi. Bahkan MUI Jatim Malang pun sudah mengeluarkan fatwa haram. Namun, Gerakan Pemuda (GP) Ansor masih memilih sikap netral.

"Kami akan mendalami betul film ini, baru kami akan menentukan sikap," kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GP Ansor, Saifullah Yusuf, di Surabaya, Rabu (18/11).

Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim ini menjelaskan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan internal pengurus GP Ansor. Salah satunya adalah menentukan kapan waktunya untuk menonton film besutan sutradara Roland Emmerich yang sejak 14 November ini selalu dipadati penonton.

”Keputusan untuk mendalami film ini, karena GP Ansor tidak ingin gegabah melarang umat untuk menonton. Sebab, kalau dilarang, justru membuat orang penasaran untuk menontonnya,” jelas mantan menteri percepatan daerah tertinggal (PDT) Kabinet Indonesia Bersatu jilid 1 ini.

Masih menurut Gus Ipul-begitu dia akrab disapa - timbulnya kontroversi film yang dibintangi John Cusack dan Chiwetel Ejiofor tidak lain karena perbedaan pendapat. Sebenarnya makna film tergantung tingkat pemahaman penonton.

”Kalau hanya sebagai informasi saja, ya harus kita terima dengan keimanan dan keyakinan kan nggak (perlu) terlalu kuatir,” sambung politisi asal Pasuruan ini.

Laporan: Siska Wibisono



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
eko
13/07/2011
NONTON BOLEH GAK NONTON JUGA BOLEH NAMANYA JUGA FILM .KALO KITA ORANG ISLAM YA HARUS PERCAYA KIAMAT ITU ADA ,INGAT PENTING AMAL KITA DIPERBANYAK OKE BUAT BEKAL KITA SEMUA
Balas   • Laporkan
Ivonne
20/11/2009
Pada dasarnya Film dibuat tujuan menghibur, namun dibalik itu semua pasti mempunyai tujuan yang jelas. Seharusnya masyarakat didunia yg menonton 2012 seharusnya bertobat bukan mengharamkan dan layaknya kita bercermin apakah perilaku kita sudah baik dan be
Balas   • Laporkan
Ozzan
19/11/2009
kayaknya wartawan Vivanews tidak memberikan berita jujur nih.. sampai sekarang tidak ada fatwa dari MUI daerah manapun yg melarang menonton film 2012. Mohon di crosscek lg kalau perlu tulis fatwa tsb di sini. Jangan hanya berasal dari pendapat pribadi
Balas   • Laporkan
teguh prasetyo
18/11/2009
karena filmnya dibuat di Amrix maka tidak heran kalau banyak orang sembunyi digereja pada 2012,kalau dibuat di thailand pasti banyak yang sembunyi di vihara atau pagoda,kalau dibikin di Arab pasti banyak yg sembunyi di Masjid.Jadi tidak usah dipermasalahk
Balas   • Laporkan
Moh.Asep Supriadi
18/11/2009
saya termasuk yang sudah nonton film 2012.biasa2 saja tidak ada yang istimewa. justru saya salut terhadap producernya yang menghubungkan kalender suku maya disinilah kejelian mereka dalam berbisnis.mampu menangkap peluang emas,hendaknya ini juga jadi pela
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ