VIVAnews - Sebanyak 30 Sekolah Menengah Atas di Jakarta terancam banjir. Puluhan sekolah ini berada di kawasan rawan banjir saat musim hujan tiba.
Dinas Pendidikan Menengah Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta telah melimpahkan wewenang kepada pihak sekolah untuk mengambil keputusan di saat kondisi darurat.
Sekolah yang berada di kawasan banjir sudah diinstruksikan bergerak lebih dini. Tujuannya agar dokumen, komputer, dan data penting lainnya tidak ikut hanyut terbawa air.
Kepala Dinas Dikmenti DKI Jakarta, Margani M Mustar, mengatakan, genangan terparah menimpa SMA 8 Jakarta yang berada di Bukit Duri, Tebet Jakarta Selatan. Sekolah ini berlokasi tak jauh dari aliran Kali Ciliwung.
Seluruh kepala sekolah yang gedungnya rawan banjir sudah diinstruksikan untuk mengamankan seluruh barang berharga serta dokumen penting.
Dinas Dikmenti tidak memiliki anggaran perbaikan akibat banjir. Kendati begitu, Dinas Dikmenti tak perlu pusing karena seluruh aset Pemerintah Provinsi telah diasuransikan.