Metro

Pencemaran Teluk Jakarta Sudah Kritis

Seluruh limbah tersebut mengalir melalui 13 anak sungai yang bermuara di teluk tersebut.

Minggu, 22 November 2009, 11:15 WIB
Maryadie
Gelombang besar di Teluk Jakarta (ANTARA/Fanny Octavianus)

VIVAnews - Pencemaran di Teluk Jakarta saat ini sudah memasuki masa kritis. Karena itu, Pemprov DKI harus bekerja ekstra keras untuk mengatasinya.

Saat ini diprediksi terdapat 14 ribu kubik sampah dari limbah rumah tangga dan limbah industri, yang mencemari teluk seluas 2,8 kilometer persegi itu.


Seluruh limbah tersebut mengalir melalui 13 anak sungai yang bermuara di teluk tersebut. Jika hal tersebut tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan mengancam kelestarian hutan bakau dan terumbu karang.

Bahkan jumlah produksi ikan dan budi daya laut lainnya pun menurun drastis hingga 38 persen dari biasanya.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan, pencemaran Teluk Jakarta telah memasuki masa kritis. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan Teluk Jakarta. “Saya sampaikan apresiasi yang tinggi semakin banyak warga yang bisa merasa turut memiliki Teluk Jakarta ini," kata Fauzi Bowo seperti dikutip situs resmi Pemerintah DKI, Minggu, 22 November 2009.


Jika ingin menyelamatkan dan melestarikan lingkungan, kata Fauzi Bowo, maka seluruh komponen hendaknya bersatu padu untuk mau menjaga dan merawatnya.

Ia juga menyadari bahwa pencemaran Teluk Jakarta bukan hanya berasal dari darat, karena memang ada banyak sekali sungai yang bermuara ke teluk ini. Pencemaran juga bisa datang dari laut.

Sebab tidak sedikit kapal yang membuang limbah dan mencemari teluk Jakarta ini. Karenanya pengawasannya sebenarnya ada di masyarakat.

 Artinya, jika seluruh warga Jakarta mengawasi Teluk Jakarta ini dengan baik, maka teluk ini akan kembali menjadi sumber kehidupan untuk seluruh mayarakat.

Dia berharap, seluruh mayarakat hendaknya bisa berperan aktif dalam melestarikan dan menjaga Teluk Jakarta sebagai potensi wisata laut yang bersih dan indah.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Ross28Martina
20/07/2010
People in every country receive the loan from different banks, just because this is comfortable and fast.
Balas   • Laporkan
Adjie S. Soera Atmadjie
22/11/2009
Terima kasih atas pemberitaannya meskipun tanpa menyebutkan nama acaranya, tapi paling tidak berita ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat betapa mengerikannya sampah di Teluk Jakarta. Adjie S. Soera Atmadjie Ketua Gerakan Bersama Selamatkan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ