Metro

Enam Kampus Terlibat Tawuran di Lenteng Agung

Puluhan mahasiswa IISIP terlibat bentrokan dengan lima kampus di Jakarta Selatan.

Selasa, 24 November 2009, 18:35 WIB
Maryadie, Sandy Adam Mahaputra
Tawuran (Budi Satria (antv))

VIVAnews - Puluhan mahasiswa Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik (IISIP) terlibat bentrokan dengan lima kampus yang berada di Jakarta Selatan.

Aksi tawuran ini terjadi sekitar pukul 17.20 WIB, dan berawal saat puluhan aktivis kampus IISIP melakukan aksi untuk mempertanyakan kebijakan Presiden SBY dalam menyelesaikan kasus Bibit-Chandra dan Bank Century.

Setelah aksi selesai dilakukan, puluhan mahasiswa yang tergabung dari kampus UIN, Muhamaddiyah, UPN, BSI dan Universitas Pamulang datang dan meminta mahasiswa Iisip untuk kembali melakukan aksi.

Rupanya ajakan itu ditolak mahasiswa Iisip dan menimbulkan ketegangan. Aksi saling ejek akhirnya terjadi di depan kampus yang berada di Jalan Raya Lenteng, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu.

Aksi cekcok mulut kemudian berlanjut menjadi aksi saling lempar batu. Kedua terlibat perkelahian masalah dan aksi saling kejar di kawasan tersebut.

Tawuran baru selesai setelah mahasiwa gabungan yang jumlahnya lebih sedikit pergi.

Menurut pantauan VIVAnews, tidak petugas yang melakukan pengamanan dalam aksi tawuran tersebut. Masih terlihat sisa batu dari aksi tawuran itu berserakan di sepanjang jalan.

Salah satu mahasiswa Iisip bernama Iswayudi mengatakan, akibat kejadian ini kawasan Jalan Lenteng Agung juga sempat mengalami kemacetan panjang.

"Tadi jalan sempat tertup karena aksi lempar baru," ujarnya



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
hendra
18/03/2010
kl dulu..jangan tawuran kaya preman saja... kl sekarang jangan tawuran kaya mahasiswa saja... pantas kl unjuk rasa senangnya ga pake otak tapi pake otot..
Balas   • Laporkan
mudzakkir wallad kom'si angkt 2000 iisip
26/11/2009
noraaaaaaaaaaaaakkkk...hari gini masih aja tawuran....sekolah lu yg bener....malu-malu in...gwe biar alumni ttp aja maluuuuu...pake masuk tv segala lagiii.....
Balas   • Laporkan
abbie
25/11/2009
pemuda" cerdas penerus bangsa dan tingkat kedewasaan jauh lebih baik, cerminan masyarakat indonesia, dgn masalah hal seperti itu lebih mengkedepankan naluri bukan nurani mengapa? kalian membenci teman" yg berbuat utk kebaikan dibangsa ini justru dipukuli,
Balas   • Laporkan
abbie
25/11/2009
pemuda" cerdas penerus bangsa dan tingkat kedewasaan jauh lebih baik, cerminan masyarakat indonesia, dgn masalah hal seperti itu lebih mengkedepankan naluri bukan nurani mengapa? kalian membenci teman" yg berbuat utk kebaikan dibangsa ini justru dipukuli,
Balas   • Laporkan
samiduy
25/11/2009
Tawuran mengakibatkan seorang alumni IISIP angkatan 2001 bernama Nurhasan yang sedang silaturahmi ke kampusnya menderita luka parah di kening akibat lemparan batu sehingga harus dirawat klinik di sebelah Kampus Tercinta tersebut. Menurut korban s
Balas   • Laporkan
samiduy
25/11/2009
Tawuran tersebut mengakibatkan Nurhasan seorang alumni IISIP angkatan 2001 yang sedang berada di TKP menderita luka cukup parah di keningnya hingga harus mendapat perawatan di klinik sebelah Kampus Tercinta tersebut. Menurutnya demo dilakukan organisasi e
Balas   • Laporkan
choky
25/11/2009
ada kesalahan di pemberitaan ini. kelima kampus tersebut tidak ada ajakan kepada mahasiswa IISIP untuk bergabung dalam demo. malahan kami anak IISIP sedang bedremo diusir dan dibubarkan saat melakukan demo oleh kampus tersebut.harap berita diralat, kami
Balas   • Laporkan
bang yus
24/11/2009
disini ribut...disana ribut...dimana-mana ribut ga DPR..ga politikus..ga rakyat..ga mahasiswa..semuanya suka tawuran kadang otak ga kepake...ngaku orang yg cerdas..tetapi otot juga dah yg kepake... kaya anak kecil yg rebutan permen..he he he yaah sela
Balas   • Laporkan
foto bohong..
24/11/2009
fotonya ngaco neh, bkn dr kejadian sbnrnya..
Balas   • Laporkan
Hendra
24/11/2009
Mahasiswa Kampungan, bukan jadi ilmuwan malah jadi preman. ngabisin duit ortu. klo mikirin orang tua mah ga bakalan kayak gini
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ