Metro

Filosofi Jembatan Semanggi

Proses pembangunan Jembatan Semanggi tidaklah mudah. Presiden Soekarno banyak diprotes.

Selasa, 1 Desember 2009, 13:40 WIB
Siswanto
  (Arsip Nasional)

VIVAnews - Jembatan Semanggi. Bangunan fisiknya berupa jalan layang yang melingkar-lingkar. Karena bentuknya mirip struktur daun lalapan, semanggi, maka kemudian meresap dan menjadi nama jembatan itu sendiri.

Pada perkembangannya, kawasan Jembatan Semanggi menjadi ciri khas Ibukota Jakarta. Jembatan ini menjadi semacam poros lalu lintas Ibukota Jakarta sekaligus sebagai simbol kemakmuran perekonomian.

Lokasi jembatan terkenal ini berada di kawasan Karet, Semanggi, Setia Budi. Pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Proses pembangunan Jembatan Semanggi tidaklah mudah. Presiden Soekarno tidak begitu saja mendapat restu dari rakyat. Sebab, pada waktu itu orang sudah mulai berpikir kritis terhadap ide-ide pembangunan fisik.

Pada masa itu, anggota masyarakat yang kritis terhadap kebijakan pemerintah menilai bahwa gagasan Bung Karno ini hanyalah proyek mubazir. Proyek yang hanya akan menghabiskan keuangan negara dan tidak ada manfaatnya  bagi kesejahteraan rakyat.

Bung Karno tentu saja memahami apresiasi yang disampaikan masyarakat. Dia menampung semua protes itu. Bung Karno mengolahnya.

Tapi, bukan Bung Karno namanya kalau kemudian mundur oleh berbagai kritik. Dia tetap mantap pada pendirian, yakni merealisasikan pembangunan Jembatan Semanggi. Tahun 1961 proyek dimulai.

Waktu itu, Jembatan Semanggi hanyalah salah satu dari paket pembangunan fasilitas publik yang akan dibangun pemerintah. Proyek lain yang juga didirikan, antara lain Gelora Senayan (Gelora Bung Karno) dan Hotel Indonesia.

Mengenai nama Semanggi, Bung Karno punya cerita sendiri. Dalam satu kesempatan, dia pernah bicara filosofi tentang daun semanggi. Filosofi yang dimaksud adalah simbol persatuan, dalam bahasa Jawa dia menyebut “suh” atau pengikat sapu lidi. Tanpa “suh” sebatang lidi akan mudah patah.

Sebaliknya, gabungan lidi-lidi yang diikat dengan “suh” menjadi kokoh dan bermanfaat menjadi alat pembersih.

Itulah sejarah singkat Jembatan Semanggi yang kini tetap berdiri kokoh dan mengimbangi pesatnya pembangunan infrastruktur Ibukota  Jakarta.

Bila menilik sejarahnya, pantas memang bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan kawasan Jembatan Semanggi sebagai tempat wisata bernilai sejarah.

(Bahan tulisan diolah dari berbagai data kepustakaan)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
nurse_a
09/07/2010
bung SOe kar No
Balas   • Laporkan
budi
19/06/2010
Pemimpin besar yang berjiwa besar !!!!!
Balas   • Laporkan
wind
11/05/2010
Jembatan semanggi yang dibangun jaman sukarno, masih kuat berdiri .. Tapi banyak jembatan yang dibangun jaman sekarang dah pada rusak ..kenapa ya ..???
Balas   • Laporkan
chalied
29/01/2010
tak ada duanya di dunia , hanya indonesia yang punya IR. SOEKARNO
Balas   • Laporkan
BSJ
18/01/2010
Memang Presidenku Pertama ini betul-betul Pemersatu Bangsa, Jembatan Semanggi ,Gelora Bung Karno, Tugu Monas, Patung Pembebasan IRJA dlsb. masih tetap menjadi pujaan Rakyat Indonesia terutama Jakarta bahkan Dunia mengakuinya. Rakyat Indonesia bangga selur
Balas   • Laporkan
BSJ
18/01/2010
Memang Presidenku Pertama ini betul-betul Pemersatu Bangsa, Jembatan Semanggi ,Gelora Bung Karno, Tugu Monas, Patung Pembebasan IRJA dlsb. masih tetap menjadi pujaan Rakyat Indonesia terutama Jakarta bahkan Dunia mengakuinya. Rakyat Indonesia bangga selur
Balas   • Laporkan
mikail
15/01/2010
patut dicontoh tuh untuk calon pemimpin yg baik dan cerdas mudah2 an program jembatan atau pembangunan yg lain tak hanya di jkt saja tp di seluruh plosok negeri indonesia agar tdk kalah dng negara lain cayooo indonesia.....
Balas   • Laporkan
Billy
02/01/2010
Mantab...presiden yang visionernya sangat tajam. Buktinya sekarang dengan adanya jembatan semanggi menjadi jembatan perekonomian di jakarta . Terima kasih Bung Karno ku....... Semoga Pemerintah kota jakarta Tetap menjaga kokoh jembatan bersejarah ini
Balas   • Laporkan
BradApitt
16/12/2009
good
Balas   • Laporkan
akubar
02/12/2009
jarang menemukan pemimpin yang punya visi ke depan jauh seperti bung karno pada saat ini
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ