VIVAnews – Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Bogor Achmad Syarief menargetkan sampai Januari 2010, sedikitnya seribu angkutan umum yang beroperasi di Kota Bogor telah beralih dari bahan bakar premium menjadi bahan bakar gas (BBG).
“Saat ini, sedang dilakukan pemasangan tabung gas untuk angkot yang akan mempergunakan BBG,” kata Achmad kepada VIVAnews, Kamis 3 Desember 2009.
Yang melatarbelakangi kebijakan peralihan jenis bahan bakar ini ialah cita-cita menjadikan Kota Bogor bebas polusi.
Penggantian bahan bakar dari jenis premium ke gas, kata dia, juga dapat meringankan beban pengusaha angkutan umum karena harganya relatif lebih murah.
“Datu liter gas hanya Rp. 3 500. Sedangkan, premium satu liternya Rp. 4.500. Ditambah lagi, BBG penggunaan lebih irit dengan BBM,” katanya.
Ditanya apakah semua angkutan umum wajib mengganti bahan bakar, Achmad mengatakan tergantung tahun pembuatan mobil. Hanya kendaraan yang diproduksi tahun 2000 ke atas yang dibolehkan.
Laporan | Ayat | Bogor