Metro

Depresi, Warga Filipina Gantung Diri

Korban pertamakali ditemukan ibunya dalam keadaan tergantung di teralis kamar.

Kamis, 3 Desember 2009, 16:49 WIB
Eko Priliawito
Ilustrasi gantung diri dewasa (VIVAnews/Adri Prastowo)

VIVAnews - Diduga akibat depresi seorang warga negara Filipina nekat mangakhir hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis 3 Desember 2009.

Guru bahasa Inggris di Sekolah Internasional Harapan Bangsa, bernama Glen Asano Cordero, 38 tahun, pertamakali ditemukan ibunya. Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di teralis kamarnya, sekitar pukul 10.30 WIB.

Sang ibu, yang baru datang dari Filipina tiga hari yang lalu itu segera memutus tali pinggang yang menjerat leher anaknya. Tapi usaha telat karena Glen sudah lama tewas.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, komisaris Polisi Budhi Herdi saat ditemui di lokasi kejadian menjelaskan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kasus meninggalnya Glen.

“Sedang diselidiki apakah benar ini bunuh diri murni atau bukan,” kata Budhi.

Dari hasil indentifikasi awal, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan dari tubuh korban selain jeratan dileher korban.

Polisi masih kesulitan menggali keterangan dari ibu korban, karena hingga kini masih mengurung diri dan tidak mengerti bahasa yang lain.

"Sebelumnya korban sempat ke sekolah untuk mengajar dan memimpin doa bersama dengan siswanya. Tetapi dia izin pulang lebih dahulu dan mengakhiri hidup," ujar kasat lagi.  Kepolisian Resort Tangerang telah melaporan kejadian ini ke Kedutaan Filipina.

Sementara salah seorang rekan korban di Sekolah Internasional Harapan Bangsa yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan,
korban terlihat depresi akhir-akhir ini setelah mengalami kecelakaan motor.

"Korban mengalami retak kaki sehingga harus menggunakan kruk. Sejak kejadian itu dia jadi pemurung dan terlihat sering bersedih," ujarnya.

Kejadian ini juga membuat kekasih korban tak henti-hentinya menangis disamping jenasah korban. Untuk keperluan pemeriksaan, korban dikirim ke Rumah Sakit Umum Tangerang untuk diotopsi.

Laporan: Rukhyat Soheh/Tangerang



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dyan
04/12/2009
ich.... serem.........................
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ