VIVAnews – Nilai uang yang dihimpun untuk mendukung Prita Mulyasari di posko “Koin Peduli Prita” hingga semalam telah mencapai Rp 17 juta. Jumlah ini belum termasuk sumbangan yang datang dari berbagai daerah.
Koordinator Koin Peduli Prita, Sisil, Selasa 8 Desember 2009, memperkirakan nilai sumbangan itu akan terus bertambah seiring dengan meluasnya informasi mengenai penggalangan dana untuk Prita.
Posko yang terletak di Komplek PWR, Jati Padang, Jalan Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini dibuka pada Sabtu 5 Desember 2009. Penggalangan dana merupakan cara untuk menjelaskan bahwa masyarakat tidak menutup mata terhadap nasib Prita yang dinilai mendapat ketidakadilan hukum.
Ketidakadilan yang dimaksud ialah karena dia dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Tinggi Banten dengan kewajiban membayar denda sebesar Rp 204 juta atas perkara dengan Rumah Sakit Omni Internasional, Tangerang, terkait kasus pencemaran nama baik.
Sebenarnya bukan hanya karena hukuman ini saja. Sejak awal, publik memang sudah bereaksi dengan rupa-rupa cara atas perlakuan yang diterima Prita. Hanya karena menuliskan keluhan atas pelayanan rumah sakit itu kemudian mengirim tulisan itu via email ke beberapa teman, Prita dikenakan pasal pencemaran nama baik terhadap dokter dan rumah sakit.
Penggalangan koin yang dilakukan posko “Koin Peduli Prita” ini merupakan satu dari sekian banyak cara mendukung Prita. Misalnya yang juga dilakukan mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Dia bersedia menyumbang Rp 102 juta.
Hingga siang hari ini, posko Koin Peduli Prita terus didatangi anggota masyarakat yang ingin menyumbang.
Mereka membawa plastik kresek, toples, maupun tas untuk menyimpan koin. Sekitar empat relawan posko sibuk menerima mereka.
Menurut Sisil, walaupun posko ini untuk menampung koin, banyak juga anggota masyarakat yang menyumbang uang kertas. Semua itu tetap diterima karena filosofi gerakan ini ialah untuk solidaritas bagi pencarian keadilan yang dilakukan Prita.
Menurut Sisil setelah posko dibuka, banyak telepon yang ingin menanyakan bagaimana cara menyumbang koin. Ada penelepon dari Bogor, Bekasi, bahkan Surabaya. Niat mereka tetap diakomodasi. Sisil memberdayakan teman-temannya di daerah untuk menampung sumbangan mereka. Setelah itu koin-koinnya dikirim ke Jakarta.
“Saya ingin menyumbang untuk mendukung Prita,” kata Adrian, 40 tahun, karyawan yang tinggal Manggarai, Jakarta Selatan. Dia datang secara khusus ke posko ini untuk menyerahkan uang koin.