VIVAnews - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memusnahkan 763 kilogram daging hewan Trenggiling, di Taman Wisata Alam Angke Kapuk Pantai Indah Kapuk Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis 10 Desember 2009.
Daging hewan mamalia itu, dikemas dalam 24 koli dan akan diselundupkan ke luar negeri dari Bandara Soekarno-Hatta.
Petugas menyita 19 jenis hewan trenggiling yang akan diekspor sebagai bahan dasar pembuat obat kuat.
Menteri Zulkifi Hasan mengatakan, jumlah hewan hampir punah di Indonesia meningkat hampir tiga persen. Demikian juga dengan kerusakan hutan.
Pemusnahan ini bertujuan agar masyarakat paham bahwa hewan ini dilarang untuk diperjualbelikan karena melanggar PP no 7 tahun 199 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa liar.
Di pasaran satu kilogram daging trenggiling berkulit harganya mencapai Rp 600 ribu. Sementara di pasaran internasional, ukuran dewasa seberat 9,6 kilogram, satu sisiknya berharga satu dolar amerika. Sisik trenggiling dewasa ada lebih dari 200 sisik.
Pada acara pemusnahan tersebut, juga dilakukan penyerahan satwa dilindungi dan tak dilindungi untuk tujuan konsevasi satwa.
Menhut menerima pemberian satu ekor burung Kasuari dan 132 monyet ekor panjang secara simbolik yang akan diserahkan ke Bupati Serang untuk dilepasliarkan.
Selain itu, juga Menhut menerima 1 ekor orang utan kepada Borneo Orangutan Survivai untuk dilepas di Utan Nyaru Menteng Kalimantan Tengah.
Masyarakat juga menyerahkan 19 jenis satwa liar koleksi satwa di Taman Satwa dan Wisata Bumi Kedaton Bandar Lampung.
Laporan: Arnes Ritonga| Jakarta Utara