Metro

Pasien Merosot, RS Omni 'Banting Harga'

RS Omni bekerja lebih berat lagi untuk meyakinkan masyarakat.

Jum'at, 11 Desember 2009, 08:53 WIB
Umi Kalsum
Prita Mulyasari Dituntut 6 Bulan Penjara (ANTARA/Ismar Patrizki)

VIVAnews - Perseteruan antara RS Omni Internasional dan Prita Mulyasari yang kembali memanas memberikan pukulan telak bagi rumah sakit yang berlokasi di Kota Tangerang itu. Rumah sakit itu makin ditinggalkan pasiennya.

Pantauan VIVAnews baru-baru ini, rumah sakit terlihat lengang. Tidak banyak kendaraan yang terparkir di halaman rumah sakit tersebut. Hanya tampak beberapa mobil berjejer di lahan parkir depan rumah sakit dan kendaraan roda dua di parkir basemen.

"Pastinya ada penurunan,” kata Sekretaris Manager RS Omni Internasional Lalu Hadi saat ditemui VIVAnews di Kota Tangerang Selatan Fair, Kamis 10 Desember 2009. Meskipun mengakui adanya penurunan, Lalu Hadi tidak mau menyebutkan berapa prosentasenya.

Pengakuan serupa juga diungkapkan Promotion Communication RS Omni Internaional Ogi Anna. "Sejak pertama kali kasus Prita mencuat, terjadi penurunan yang sangat signifikan. Namun, untuk gerakan kumpul poin, kami belum terlalu pantau angka penurunannya,” kata Ogi. 

Ogi mengaku harus bekerja lebih berat lagi untuk meyakinkan masyarakat akan pelayanan RS Omni Internasional. "Opini masyarakat tentang RS Omni yang sudah berkembang akan selalu tetap ada di pikiran mereka. Karena itu saya selaku promotion communication melakukan upaya turun langsung ke lapangan dengan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” terangnya.

Selain melakukan upaya pemulihan imej, RS Omni juga membuat progam special edition sebagai langkah promosi dengan sistem package (paket). "Tentu harga paket ini lebih murah dari harga normal. Karena sudah dikemas menjadi satu, tidak terpisah-pisah," ujar Ogi yang membantah ada isu RS Omni Internasional memberlakukan diskon hingga 75 sejak  sejak imej negatif melekat ke rumah sakit tersebut. "Kalau ada diskon 75 persen, kita dan pegawai tidak makan dan punya gaji dong," tandasnya.


Laporan: Rukhyat Soheh | Tangerang

• VIVAnews
Rating
Komentar
sulid
17/11/2010
(nama) gan !!
Balas   • Laporkan
lUBANGITEM
14/12/2009
SOKORRRRRRRRRRR RASAKNO........... MULANE DADI ABDI MASYARAKAT RASAH PECICILAN..... DUMEH NDUWE DUWET TROS SAK KAREP'E DEWE.... PISAN MENEH : SOKORRRRRRRRRR.....!!!!!
Balas   • Laporkan
EKOCAHYO HEPPY SULISTIO
14/12/2009
Kesombongan RS Omni adalah rasa rendahnya yang ditutup-tutupi. jangan main-main dengan rakyat kecil....
Balas   • Laporkan
Joyo
12/12/2009
Rasain noh! SOKOR!
Balas   • Laporkan
Bedu
12/12/2009
Jangan bermain2 dengan hukum, pengadilan masyarakat lebih dahsyat dampaknya dibanding pengadilan meja hijau.. Terbukti kan..??? cara memperbaikinya : 1. Pecat direktur+hengki+grace, dan adili mereka 2. Bikin konfrensi pers permintaan maaf di seluruh st
Balas   • Laporkan
sawokecik
12/12/2009
ya jelas aja calon pasien pada lari... takut e kasus kaya Prita menimpa mereka.. maunya dapat pelayanan kesehatan dgn kepastian, eh malah diperkarakan... pelajaran buat RS yang lain.. jangan sok ambil tindakan hukum, kalau rasa adil tidak bisa diberik
Balas   • Laporkan
erick
12/12/2009
Sudahlah. Tutup aja tu rs omni. Kasus prita tidak akan mencuat kalau saja pelayanannya baik. Pasen tidak akan pernah mengeluh, kalau di tangani dengan penuh kasih sayang dan cepat tanggap. Ini kesempatan bagi investor untuk bangun rs di samping omni. S
Balas   • Laporkan
abu
12/12/2009
takutlah dg doanya orang2 yg teraniaya karena pasti dikabulkan (HADIS) . maka berhati2lah hai orang besar(RS OMNI)
Balas   • Laporkan
abu
12/12/2009
takutlah dg doanya orang yang teraniaya karena doa itu sangat mustajab (hadis nabi ). maka berhati2lah hai org besar(rs OMNI)
Balas   • Laporkan
Herizal
12/12/2009
Biar tahu.... Biar Rasa.... Biar mampus... Omni itu milik Jaksa dan Hakim, Pengaraca dan manajemen RS Omni yang bebal, tidak berperasaaan. Bebal, pasti tidak berhati nurani. Bubar adalah kata yang cocok agaar tidak ada lagi orang di dzalimi. titik
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ