VIVAnews - Santo (31) dan Heri (30) tak menyangka ketika berangkat kerja pada pagi hari tadi akan tertimpa bangunan runtuh Pasar Tanah Abang sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada perasaan kapok bekerja sebagai buruh bangunan, yang ada hanya firasat buruk sebelum kejadian.
Bagi Santo, warga Semarang, Jawa Tengah, yang kini terbaring di Ruang Instalasi Gawat Darurat RS Tarakan, Jakarta Pusat, tidak ada kapoknya bekerja sebagai buruh bangunan.
"Ngga kapok, namanya juga musibah," kata Santo yang mengalami luka gores di kaki serta jari tengah pada tangan kanannya. Beruntung Santo selamat dari timpaan puing-puing bangunan di Metro, Tanah Abang itu.
Selain dibalut perban, Santo hanya terbalut pakaian yang sudah robek di beberapa bagian. Kondisi kepala yang masih pusing, perut mual, membuat Santo masih merasa beruntung dibanding korban lainnya.
"Bersyukur masih dikasih selamat," ujar pria yang sudah lima tahun tinggal di Jakarta ini. Musibah yang menimpa dirinya ini dianggap Santo sebagai kecelakaan.
Santo sendiri tidak ingat bagaimana kronologi kejadian runtuhnya 'toilet maut' itu. Bahkan, keterangan ada korban tewas justru didapat dari pemberitaan televisi.
"Saya tidak tahu kejadiannya gimana. Tahu-tahu roboh dan saya sudah nggantung di tali," kata lelaki yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian ini.
Meski ada dugaan tidak ada izin pada proyek bangunan yang dikerjakannya itu, tak terbersit sama sekali bagi Santo untuk menuntut atasannya. "Ngga ada (penuntutan). Namanya juga kerjaan," ujar ayah dua orang anak yang masih duduk di Sekolah Dasar itu.
Nasib serupa dialami Heri, warga Lampung yang juga pekerja bangunan di lokasi maut itu. Heri tampak sedang dijenguk sang istri, Caca. Heri hanya mengalami luka gores di beberapa bagian.
Heri tidak mengalami firasat apapun saat berangkat kerja pagi tadi. Tetapi, firasat itu justru dialami istri tercinta. "Iya, saya punya firasat ngga enak sebelum kejadian. Pokoknya ngga enak saja sebelum berangkat kerja tadi pagi," ujar Caca.
Caca dan Heri kini tinggal di daerah Kebon Kacang III Jakarta Pusat. Caca belum tahu kapan sang suami diperbolehkan pulang.
Seperti diketahui, bangunan Pasar Grosir Metro Tanah Abang itu runtuh sekitar pukul 10.00 WIB. Bangunan yang akan digunakan sebagai toilet itu ambruk saat kondisi pasar dalam keadaan sesak pengunjung.
Belum lagi mereka yang berada di bawah bangunan, seperti orang yang melintas dan para pedagang yang menggelar dagangannya.
Hingga kini, jumlah korban tewas mencapai tiga orang dan tujuh orang mengalami luka-luka. Sebagian korban luka sudah diizinkan pulang.
ismoko.widjaya@vivanews.com