VIVAnews - Polisi akan memanggil pimpinan atau penanggungjawab proyek pembangunan 'toilet maut' yang runtuh di kawasan Pasar Tanah Abang. Pemanggilan itu berdasarkan pengembangan pemeriksaan saksi-saksi pekerja.
"Hasil pemeriksaan terhadap para saksi kemarin telah disebutkan beberapa nama, diantaranya mandor dan penanggungjawab proyek. Kita akan melakukan pemanggilan terhadap mereka," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Kamis 24 Desember 2009.
Menurut dia, polisi perlu mendapatkan kesaksian dari orang-orang yang relevan dengan proyek bangunan tambahan di Pusat Grosir Metro Tanah Abang itu.
"Seperti mandor, penanggungjawab proyek. Agar dapat mendapatkan keterangan dan fakta-fakta, terutama masalah teknis perencanaan bangunan itu," kata dia.
Data yang terangkum di Polda Metro Jaya, robohnya bangunan tambahan di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 12 orang lainnya luka-luka.
Korban meninggal dunia masing-masing adalah Abdul Hafid (18), Iwan dan Alfa Nurul Fikri (20). Bangunan 'toilet maut' itu roboh pada Rabu 23 Desember 2009 sekitar pukul 10.00 WIB.
Sementara korban luka-luka menjalani perawatan di lima rumah sakit di Jakarta. Seorang korban bernama Mohammad Kasdi dirawat di RSCM.
Sedangkan Agus Suprianto (30), Imam Hanafi (23), Darso (41), dan Abidin alias Black (27) dirawat di RSAL Mintohardjo. Dua korban bernama Dwi dan Hariri mendapat perawatan di Rumah Sakit Jakarta.
ismoko.widjaya@vivanews.com