VIVAnews - Prita Mulyasari tidak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia langsung memanjatkan doa sambil menangis begitu majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang memvonis bebas.
Ketua majelis hakim Artur Hangewa, Selasa 29 Desember 2009, menyatakan Prita tidak bersalah dalam kasus perseteruannya dengan RS Omni Internasional.
Berulang kali Prita yang mengenakan kerudung hitam putih dan baju putih mengusap air mata di pipinya.
Prita merupakan terdakwa kasus penyebaran dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap dua dokter dan RS Omni.
Menurut jaksa, pengiriman surat elektronik ke 20 alamat email teman Prita, merupakan bukti pelanggaran Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan pencemaran nama baik.
Prita dituntut bersalah dan harus membayar ganti rugi material dan immaterial kepada pihak penggugat I, II, dan III senilai Rp 204 juta.
Kerugian material kepada Rumah Sakit Omni sebesar Rp 164 juta. Kerugian immaterial sebesar Rp 40 juta. PT Sarana Mediatama Internasional selaku penggugat I Rp 20 juta, Hengky selaku penggugat II Rp 10 juta, dan Grace selaku penggugat III Rp 10 juta.
Ini memang kasus lucu, antar undang-undangnya sendiri sudah tumpang tindih. Di satu sisi melanggar UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, namun dilain pihak dilindungi dengan UUD 45 tentang mengeluarkan pendapat. Emang sudah seharusnya UUD yg lbh kuat, naman
Case Prita bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak (pengadilan, kejaksaan, kepolisian, rumah sakit, pasien, para pengguna internet dan masyarakat pada umumnya) utk bersama-sama menegakkan hukum dengan mengedepankan keadilan masyarakat. Masih banyak prita
Case Prita bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak (pengadilan, kejaksaan, kepolisian, rumah sakit, pasien, para pengguna internet dan masyarakat pada umumnya) utk bersama-sama menegakkan hukum dengan mengedepankan keadilan masyarakat. Masih banyak prita
Semoga ini menjadi pelajaran kita semua (Pengadilan, Kejaksaan, Kepolisian, Rumah Sakit, Para Pengguna Internet dan masyarakat pada umumnya) utk bersama-sama menegakkan hukum dengan mengedepankan rasa keadilan masyarakat. Masih banyak Prita2 yg lain...mar
Alhamdulillah selamat prita bebas juga.
kayaknya saya harus bilang kalau, rs omni tidak menerima kritikan ataupun saran. baru di kritik di sama prita kayak udah di ejek dengan 1001 macam hewan