VIVAnews - Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Fauzi Bowo, batal bernyanyi di acara menyambut tahun baru di Ancol, Jakarta. Pembatalan itu demi menghormati mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang meninggal Rabu 30 Desember 2009 kemarin.
"Diganti pembacaan doa untuk almarhum mantan Presiden," kata Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Jakarta, Cucu Kurnia, di Balai Kota Jakarta, Kamis 31 Desember 2009. "Ini sendiri terjadi dalam beberapa jam. Konsep awalnya sudah kita susun sejak tiga bulan lalu, namun harus diubah," ujar Cucu.
Selain ada pembacaan doa, warga Jakarta yang merayakan pergantian tahun juga diminta mengenakan pita hitam tanda berkabung. "Sementara panitia acara, kru, artis dan pejabat diharuskan memakai pita hitam," ujar Cucu. "Ini simbol berkabung atas meninggalnya Abdurrahman Wahid."
Sejumlah acara juga diformat ulang. Namun Cucu memastikan, tetap akan ada kembang api di Ancol malam ini.
Cucu sendiri mengatakan, selain di Ancol, acara pergantian tahun juga digelar di Bundaran Hotel Indonesia, Monumen Nasional, Tugu Proklamasi dan Kemang. Di Kemang dalam bentuk tabligh akbar, sementara di Tugu Proklamasi berupa zikir akbar.
Polisi Jamin Keamanan
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Firli, menjamin pergantian tahun ini akan berlangsung tertib dan aman. "Sesuai perintah Kapolda, kami akan melakukan pengamanan di sejumlah titik tertentu yang menjadi konsentrasi massa," ujar Firli ditemui di Bundaran Hotel Indonesia.
Untuk pengamanan diturunkan 237 personel kepolisian yang berasal dari Polda dan Polres. "Pengamanan juga dibantu 40 personel TNI dari Yonif 201. Kami ingin menjamin perayaan Tahun Baru aman dan tertib," ujar Firli.