VIVAnews - Wakil Presiden Boediono melakukan peninjauan Kanal Banjir Timur (KBT) melalui udara. Pada 31 Desember kemarin, Kanal Banjir Timur sudah dapat difungsikan untuk mengalirkan air ke laut.
"(Peninjauan) ini untuk meyakinkan Wapres," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto usai melakukan rapat penyelesaian KBT di Istana Wapres, Rabu, 6 Desember 2009.
Peninjauan udara dilakukan Boediono pada pagi hari menggunakan helikopter dari Bandara Halim Perdanakusumah, kemudian menyisiri Kanal Banjir Timur menuju hilir di utara Jakarta. Selama sekitar 30 menit, Boediono didampingi oleh Djoko Kirmanto, Gubernur DKI Fauzi Bowo, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung - Cisadane Pitoyo Subandrio.
Selain melakukan peninjauan Kanal, Boediono kemudian memimpin rapat penyelesaian Kanal Banjir Timur. Rapat juga membahas tentang Kanal Banjir Barat, dan normalisasi sungai-sungai terkait Kanal Banjir Timur.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung - Cisadane Pitoyo Subandrio mengatakan ada beberapa wilayah yang salurannya belum berfungsi secara maksimal. Wilayah itu antara lain Malaka Jaya, Pondok Kopi, Persimpangan Jalan Bekasi Raya, di sekitar Rumah Sakit Duren Sawit, Cipinang Besar, dan Jembatan Segara Makmur di Marunda.
Namun Pitoyo mengatakan penyelesaian Kanal Banjir Timur sudah selesai sekitar 97 persen. Kontraktor pun masih berada di lapangan hingga Juli 2010. "Tapi jangan kaget kalau Maret sudah selesai," ucap Pitoyo.