VIVAnews - Kendati aliran Kanal Banjir Timur (KBT) telah tembus ke laut, namun titik rawan banjir di Jakarta Timur masih tersisa tujuh kelurahan. Ketujuh kelurahan itu meliputi Kelurahan Kramatjati, Cililitan, Balekambang, Cawang, Bidaracina, Kampungmelayu, dan Kebonmanggis.
Sebelumnya, titik banjir di wilayah tersebut terdapat di 40 kelurahan.
Tujuh kelurahan masih menjadi daerah rawan banjir karena Kali Ciliwung yang melintas di wilayah itu tidak mengalir ke KBT. Sedangkan KBT hanya menerima aliran dari enam kali yakni Kali Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, Jatibening, dan Kali Cakung.
Walikota Jakarta Timur, Murdhani, menjelaskan bahwa mulanya ada 40 titik kelurahan rawan banjir, yang tersebar di 163 RW dan 678 RT. Namun dengan adanya enam kali yang mengalir ke KBT, maka titik banjir itu tinggal di 7 kelurahan. ”Paling tidak, dari 40 kelurahan yang menjadi langganan banjir kini tinggal tujuh kelurahan yang masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah).
Karena tujuh kelurahan yang masih rawan banjir itu berada di bantaran Kali Ciliwung yang alirannya tidak masuk ke KBT,” katanya seperti dikutip situs resmi Pemerintah DKI Jakarta, Kamis 7 Januari 2009.
Selanjutnya untuk mengatasi banjir di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, Pemkot Jaktim telah menyiapkan logistik seperti tenda, velbed, dapur umum, pelampung, perahu karet, serta ambulans. Sedikitnya, ada 1.162 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), 487 petugas kebersihan, 206 tenaga kesehatan, dan sejumlah personil bantuan lainnya yang disiagakan dalam menghadapi banjir 2010.
Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jakarta Timur, Arifin Ibrahim, mengatakan, proyek KBT diyakini mampu mengurangi titik banjir yang selama ini menjadi problem warganya. Misalnya di kawasan Cipinangbesar Utara, Cipinangbesar Selatan, Cipinangmuara yang kerap terendam banjir akibat luapan Kali Cipinang.
Selain itu masih ada kawasan lainnya yang sering terkena banjir seperti Klender, Malakajaya, Penggilingan, dan Pulogebang.
”Manfaat KBT ini sangat besar bagi masyarakat Jakarta Timur karena titik rawan banjir sudah berkurang. Sedangkan bagi kawasan yang masih terendam, kini volume banjirnya tidak terlalu tinggi,” ungkapnya.