VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan penghargaan kepada dua bidan di Puskesmas Kembangan yang ikut membantu polisi menemukan pelaku penculikan bayi. Mereka adalah bidan Khul Yatun dan bidan Lestari.
"Di antara pihak yang membantu menemukan pelaku, ada dua bidan yang bertugas di Puskesmas Kembangan saya ingin beri penghargaan dan kredit tersendiri," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dalam jumpa pers penemuan bayi di Balaikota Jakarta, Kamis 14 Januari 2010.
Bidan Khul Yatun dan bidan Lestari adalah bidan yang bertugas saat bayi tersebut yang belakangan diculik teman mereka sendiri.
"'Mba Atun adalah yang mengindentifikasikan dan menolong persalinan itu dan tahu betul ciri-ciri bayi yang dilahirkan itu dan kemudian melaporkan pelaku," terangnya.
Adapun penghargaan yang diberikan dapat berupa kenaikan pangkat bagi keduanya.
"Ada aturannya. Bisa kenaikan pangkat atau reward yang lain. Kalau dia muslim, bisa berangkat sebagai petugas haji," jelas Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati.
Penculikan bayi di Kembangan, Jakarta Barat, tidak lain adalah salah satu bidang PTT di Puskesmas Kembangan, bernama Suryani Indah Sari.
Suryani nekat menculik lantaran ingin membahagiakan suaminya dengan memberikan keturunan. Karena sebelum menculik, pelaku selalu berpura-pura sedang hamil. Dia juga melakukan kejahatan itu pada masa cuti hamil.