VIVAnews - Bukan hanya putus asa karena divonis tidak bisa memiliki anak, Suryani Indah Sari, bidan penculik itu juga merasa harapannya untuk dapat anak sirna karena dibohongi untuk mendapatkan bayi adopsi.
Ini salah satu alasan kuat kenapa Suyani, nekat berbohong dengan pura-pura hamil dan mengambil bayi milik orang lain di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat.
Berawal ketika pelaku dijanjikan rekannnya untuk mendapatkan anak angkat. Setelah dijanjikan selama satu minggu, bayi itu tidak juga datang.
Rasa putus asa Suryani memuncak setelah dia dijanjikan lagi untuk bertemu rekannya di Teluk Naga, Tangerang, untuk menerima bayi yang akan diadopsinya. Namun, rekannya tidak pernah datang dengan bayi itu.
"Pelaku kesal merasa dibohongi, kemudian dia pergi ke Ramayana Tanggerang dan melibat seorang ibu membeli bantal bayi, saat itulah perasaan dan niat untuk mengambil bayi makin tak tertahankan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar.
Boy melanjutkan kemudian pelaku langsung terpikir untuk ke puskesmas tempat dia bekerja sebagai bidan honorer.
"Sebelum mengambil bayi itu, pelaku sempat ingin mengambil bayi milik ibu Evianti, namun tidak jadi karena ibu korban menolak untuk diimunisasi," jelas Boy.
Setelah ditangkap, pelaku tampak terus menangis saat diminta menjelasan kenapa dirinya harus berbohong mengenai kehamilan dan mengambil anak milik orang.
Wanita berbadan gemuk yang menggunakan kerudung coklat itu mengaku menyesal dan meminta maaf kepada keluarga korban. Dia mengakui kesalahannya dan tidak ada niat sedikitpun untuk menjual bayi itu.