VIVAnews - Proyek Banjir Kanal Timur (BKT) telah menelan dana Rp 4,9 triliun, kendati pengerjaannya belum rampung 100 persen akibat terhambat persoalan pembebasan lahan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menuturkan, dana Rp 4,9 triliun tersebut masing-masing dihabiskan untuk pembebasan lahan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp 2,4 triliun.
"Sedangkan sisanya Rp 2,5 triliun untuk konstruksi dari anggaran yang dikeluarkan Kementerian PU dalam APBN," ujar dia dalam Konperensi Pers paparan kinerja 100 hari di Kantor Kementerian PU, Kamis, 21 Januari 2009.
Djoko menuturkan, lokasi yang belum selesai pembebasan lahannya ada di empat lokasi, yaitu Pondok Kelapa (100 meter), Pondok Kopi (100 meter), dan sisanya di Ujung Menteng (masing-masing 150 meter).
Di samping itu, kata dia, masih ada juga di beberapa titik tersebut yang lebar tanahnya masih belum mencapai lebar disain, serta panjang kanal yang belum rampung tersebut sekitar 2,3 kilometer.
Menurut Djoko, pihaknya menargetkan proyek BKT dapat rampung 100 persen pada pertengahan tahun ini, mengingat saat ini musim penghujan. "Kalau selesai pertengahan tahun ini, bahaya banjir bisa diantisipasi," kata dia.
antique.putra@vivanews.com