Metro

Rampok Berpistol Gasak 10 Kg Emas di Cibitung

Selain menggasak seluruh perhiasan emas, pelaku juga melarikan uang tunai Rp 40 juta.

Senin, 25 Januari 2010, 17:09 WIB
Eko Priliawito, Sandy Adam Mahaputra
Perampok beraksi  

VIVAnews - Kawanan perampok bersenjata api beraksi di toko emas di kawasan Cibitung, Bekasi. Pelaku menodongkan senjata kepada pemilik toko dan menggasak perhiasan emas yang jumlahnya mencapai 10 kg.

“Diperkirakan semuanya menggunakan senjata api,” ujar Kapolres Bekasi Kabupaten, Ajun Komisaris Besar Heri Wibowo, saat dihubungi wartawan, Senin 25 Januari 2010.

Perampokan itu terjadi pada siang bolong atau sekitar pukul 11.00, di Toko Emas King, Pasar Pamor Blok F1, Wanasari, Cibitung, Bekasi.

Pelaku diketahui menggunakan sepeda motor, menggunakan helm dan saling berboncengan. Empat pelaku masuk ke toko emas, sementara enam orang lainnya berada di motor sambil mengawasi keadaan sekitar.

"Satu orang diantaranya yang mengawasi keadaan di jalan ini tidak memakai helm, rambut cepak dan berbadan tegap,” jelas Heri.

Empat pelaku menodongkan senjata api jenis revolver dan laras panjang kearah enam karyawan dan pemilik toko emas yang diketahui bernama Lim Sun Po (35).

Kepada korban, perampok meminta agar menyerahkan perhiasan emas yang berada di toko tersebut. Karena takut, korban kemudian menyerahkan emas seberat total 10 kg yang berada di etalase dan brankas serta uang tunai sebesar Rp 40 juta.

Mereka kemudian pergi sambil mengumbar tembakan kearah toko di pasar tersebut. Tentu hal ini membuat warga kaget.

“Selain mengenai toko emas, tembakan juga mengenai toko pakaian. Namun beruntung tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Polisi yang mendapat laporan warga kemudian menuju lokasi dan melakukan indentifikasi. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan dua buah proyektil caliber 38.

"Di jalan kita menemukan enam selongsong,” urainya.

Sebanyak delapan saksi sudah dimintai keterangan polisi. Dalam waktu dekat ini polisi segera membuat sketsa wajah pelaku.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
prio
28/01/2010
betul bu mega.... memang kita akui saudarat kita banyak susah... tapi bukan harus kita merampok...dan kita banyak pilihan.....bukan cuma 2 pilihan.....seperti yang bung putra komentarkan....mati kelapaan. sungguh pilihan orang-orang tak beriman. saya tahu
Balas   • Laporkan
prio
28/01/2010
betul bu mega.... memang kita akui saudarat kita banyak susah... tapi bukan harus kita merampok...dan kita banyak pilihan.....bukan cuma 2 pilihan.....seperti yang bung putra komentarkan....mati kelapaan. sungguh pilihan orang-orang tak beriman. saya tahu
Balas   • Laporkan
ADI SAR
28/01/2010
Saya sangat setuju dengan Ibu Megawati... Saya tidak tahu harus dimulai dari mana cara untuk memperbaikinya.... Cuma saya melihat... Orang2 Teratas sudah berusaha membenahi... Sementara orang2 Pertengahan masih pura2 berbuat... dan Orang2 bawah sudah terl
Balas   • Laporkan
megawati
28/01/2010
@ putra, tidak usahlah kau ngomong pemerintah,omonganmu hanya bikin ketdkpercayaan orang thd pemerintah yg akhirnya, orang juga takut investasi ke Indo,gara2 omonganmu itu. Kamu pikirkan sendiri, jika kamu jadi pemerintah saat ini, pun kamu tdk akan bs me
Balas   • Laporkan
putra
28/01/2010
ini sebuah bukti kegagalan pemerintah dalam masalah kesejahtraan rakyat, susahnya seseorang mencari penghidupan di kota besar, tidak ada pilihan lain kecuali mati kelaparan atau mati di tembak polisi.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ