VIVAnews - Pemerintah Kota Tangerang dan Kota Bogor siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal pengembangan wilayah. Tentunya yang saling menguntungkan. Kesediaan kerjasama ini juga terkait Rencana Tata Ruang dan Wilayah DKI Jakarta 2010-2030 yang kini tengah digodok.
"Kami sangat mendukung, jika tata ruang yang direncanakan sesuai (tujuan bersama), karena tata ruang merupakan salah satu rencana pembangunan yang sedang ditingkatkan,” kata Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Rachmat Hadis.
Pembangun yang dimaksud Rachmad yakni meliputi infrastruktur, transportasi, dan tata kota yang maksimal.
"Seperti bidang transportasi dalam waktu dekat kami akan kerjasama dengan DKI tentang bus line," kata dia.
Rachmat yakin apabila semua syarat untuk pengembangan RTRW terpenuhi, maka kerjasama untuk membangun kota Megapolitan akan berjalan mulus.
Kemudian Kepala Sub Dinas Prasarana Bappeda Kota Tangerang Hadi Baradin mengingatkan bahwa rancangan tata ruang bukanlah untuk jangka pendek. Karena ini program jangka panjang, yakni 25 hingga 30 tahun ke depan, maka harus disiapkan dengan cermat dan penuh antisipasi.
”Tidak mudah untuk merancang tata ruang. Sebab pembangunannya pun bertahap dan diperlukannya koordinasi dengan pemerintah pusat,” kata Hadi.
Kota Tangerang merupakan salah satu kota yang masih dalam masa pengembangan perumahan dan berbagai jenis usaha lainnya. Itu sebabnya, kota ini dilirik DKI dan dimasukkan dalam program Megapolitan.
Adapun, program DKI yang kini tengah berlangsung dan bersentuhan dengan Tangerang, yakni penurapan sepanjang Sungai Cisadane hingga ke wilayah Jakarta.
Kota Bogor juga siap jadi mitra DKI. Karena letaknya yang berdekatan dengan DKI, maka hampir semua pembangunan selalu bersentuhan dengan kepentingan Jakarta dan sebaliknya juga begitu.
Di kota ini, ada empat skala prioritas pembangunan yang bertujuan untuk mengimbangi perkembangan Ibukota Jakarta. Yakni, program transportasi, kebersihan, penertiban pedagang kaki lima (PKL), dan pengentasan kemiskinan.
Kepala Bappeda Kota Bogor M Azrin menjelaskan untuk sektor transportasi, pemerintah daerah menggenjot pembangunan dan perbaikan jalan.
Misalnya penyelesaian Bogor Outer Ring Road (BORR) II, pembenahan Jalan Sholeh Iskandar, pembangunan Jalan R3 dan Inner Ring Road, meningkatkan penerapan shift angkot, pengoperasian angkutan berbahan bakar gas (BBG) serta pengkajian konversi angkot ke angkutan massal.
Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta Wiriatmoko mengatakan RTRW 2010-2030 akan mencakup daerah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur. Sebab permasalahan sosial dan lingkungan di Jakarta akan selalu terkait dengan daerah penyangga.
"Seperti busway, MRT, nantinya kan tembus daerah penyangga. Ini harus diakomodasi," ujar Wiriatmoko.
Laporan | Rukhyat Soheh (Tangerang), Ayatullah Humaeni (Bogor)