Metro

Foke Buka Galeri Tata Ruang DKI

Warga Jakarta dapat terlibat langsung dalam penataan ruang kota Jakarta.

Jum'at, 29 Januari 2010, 20:33 WIB
Eko Priliawito, Desy Afrianti
Fauzi Bowo (VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meresmikan Jakarta City Planning Gallery (JCPG) di Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat 29 Januari 2010.

JCPG ini merupakan hasil karya Dinas Tata Ruang DKI yang diperuntukan agar warga Jakarta dapat terlibat langsung dalam penataan ruang kota Jakarta. Galeri ini terbuka untuk umum dan bebas biaya masuk.

Jakarta City Planning Gallery disiapkan selama dua tahun sejak 2008 dengan anggaran Rp 3 miliar dari APBD DKI Jakarta. Anggaran diantaranya dimanfaatkan untuk pembuatan maket sebesar Rp 1,7 miliar, terdiri atas maket utama dengan ukuran 3 x 6 meter, maket monochrome 1 x 5 meter, tiga maket kecil dengan ukuran 1 x 1 meter.

Kemudian untuk pengadaan sistem informasi dan teknologi dialokasikan dana Rp 500 juta, diantaranya untuk lima monitor TV dan enam computer PC yang memuat informasi mengenai tata ruang DKI mulai dari proses perencanaan, pembangunan hingga pemanfaatannya.

Selain itu, anggaran itu untuk pembangunan ruang Jakarta City Planning Gallery sebesar Rp 600 juta, dan galeri ini akan buka setiap hari (Senin-Minggu) pada jam kerja yaitu 08.00 – 16.00.

Selain memamerkan maket dan foto-foto tata ruang DKI Jakarta sejak tahun 1965 hingga gambaran rencana tata ruang DKI pada 2030, galeri ini juga dilengkapi dengan fasilitas ruang diskusi yang mampu menampung sekitar 40 orang dan ruang perpustakaan yang memiliki ratusan buku tentang perencanaan tata ruang, arsitektur dan tata kota.

Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta Wiriyatmoko menerangkan Jakarta City Planning Gallery dijadikan sebagai wahana pembelajaran bagi masyarakat Jakarta untuk memahami dan mencintai kota Jakarta.

Warga Jakarta dari seluruh lapisan sosial dan tingkat pendidikan dapat melihat kota Jakarta melalui maket dan data lainnya sebagai informasi yang terintegrasi yaitu dari proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian rencana tata ruang wilayah DKI Jakarta.

Namun karena luas ruangan yang terbatas, papar Wiriyatmoko, maka maket utama berukuran 3 x 6 meter ini belum bisa menggambarkan secara detail pembangunan dan rencana pembangunan di lima wilayah kotamadya.

Melainkan baru menggambarkan detail pembangunan dan perencanaan pembangunan di kawasan pengembangan yang paling utama di Jakarta. Seperti di kawasan Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto, MT Haryono, Monas, Senayan dan Banjir Kanal Barat.

Diatas maket utama tersebut sudah tergambarkan pembangunan banjir kanal barat (BKB), mass rapid transit (MRT) Tahap I rute Lebak Bulus-Dukuh Atas, jalan elevated Jl Satrio dan Tanah Abang. Gedung-gedung tinggi yang sudah dibangun dan akan dibangun di kawasan tersebut.

Selain itu, juga ada tiga maket kecil yang menggambarkan panduan tata kota di sentra primer barat dan timur. Serta foto-foto berisikan data tata kota DKI Jakarta yang terbagi dalam empat tahap yaitu tata kota DKI tahun 1965-1985, tahun 1985-2005, tahun 2005-2010 dan 2010-2030.

“Saya berharap tahun depan, bisa dibuat maket yang menggambarkan tata ruang di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Tujuannya untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kepada seluruh masyarakat Jakarta,” jelasnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
tri murtiyoso
01/08/2010
Guwe salut dg langkah Foke. Jakarta mm harus sgr ditata dg konsep wajah Indonesia yg Modern, anggun n asri. Wajah saat ini, sungguh tak nyaman tuk dirasakan n dinikmati. Berjubal, kumuh n ngga sampai hati tuk berlama lama tinggal di IBUKOTA. Smg Sukses
Balas   • Laporkan
widya
31/03/2010
saya sangat antusias dengan program ini,harapan saya u proyek yang mendulang dana lumayan besar ,kami sebagai rakyat kecil memohon untuk perhatikan juga dalam poembebasan lahan yang akan menjadi objek proyek tersebut,karena dr proyek" sebelumnya sayasaya
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ