Metro

DKI Segera Buka Akademi Pemadam Kebakaran

Akademi ini juga menjadi jalan keluar kurangnya SDM personel pemadam kebakaran.

Selasa, 2 Februari 2010, 16:05 WIB
Eko Priliawito, Desy Afrianti
  (VIVAnews/Maryadie)

VIVAnews - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Paimin Napitupulu mengeluhkan kurangnya sumber daya manusia yang selalu menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Karena itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk mendirikan Fire Academy atau Akademi Pemadam Kebakaran. "Ke depan, akademi ini akan menjadi rujukan bagi daerah lain," kata Paimin usai menerima kunjungan pemadam kebakaran Malaysia di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran, Jakarta Selasa 2 Februari 2010.

Pusat pendidikan bagi calon petugas pemadam kebakaran akan menjadi pusat pendidikan yang menididik siswa menjadi profesional.
"Jenjang pendidikan di akademi ini setara dengan Diploma I hingga Diploma III," ujarnya lagi.

Menurut Paimin,  kurangnya petugas pemadam dapat terlihat dari satu unit mobil pemadam kebakaran yang hanya dioperasikan tiga personel. Padahal idealnya, satu unit mobil damkar harus dioperasikan enam orang petugas.

Rencananya akademi ini akan menggantikan Balai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Dasar Militer di Ciracas, Jakarta Timur.

Pembentukan materi pelajaran dan pelatihan akan bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran Malaysia dan tiga universitas di Jakarta yaitu Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia dan Universitas Pelita Harapan.

"Belum tahu pasti target pembangunannya. Karena masih dikaji sistem pengajaran, pelatihan dan biaya pembangunan," ujarnya.

Terkait hal itu, Ketua Timbalan Bomba dan Penyelamat Pemadam Kebakaran Malaysia Datu Wan Mohammad Noor Ibrahim menyatakan bersedia membantu pendirian Fire Academy di Jakarta.
Sebab, di Malaysia sendiri sudah memiliki Akademi Bomba dan Penyelamat Malaysia di Wakaf Tapai, Terengganu, Malaysia.

"Saya bersedia membantu, karena permasalahan yang dihadapi damkar di Jakarta sama dengan yang dihadapi di Malaysia," kata Datu Wan.

Dia mengungkapkan personil damkar di Malaysia hanya mencapai 13 ribu personil untuk melayani populasi Malaysia sebanyak 27 juta orang.

Artinya satu petugas damkar harus melayani 2 ribu orang. Namun dengan adanya akademi pemadam kebakaran, dia optimis kekurangan personil akan bisa terpenuhi.

Peserta didik yang masuk ke akadami tersebut cukup banyak karena gaji yang diterima petugas damkar mencapai 1.000 ringgit atau sebesar Rp 3,4 juta per bulan.

Selain itu, disediakan helikopter untuk membantu petugas dalam mengevakuasi korban kebakaran agar cepat sampai ke rumah sakit.

• VIVAnews
Rating
Komentar
ariez farizky
24/09/2010
lanjutkan pendirian akademi pemadam kebakaran, saya akan ikut ujiannya sebagai nakes(kalo masih bisa)
Balas   • Laporkan
rendita sudrajat
19/09/2010
SIAP saya akan mengikuti academy pemadam kebakaran.. dan saya ingin mencalonkan diri..karena sudah cita-cita saya
Balas   • Laporkan
BAGGIO
25/05/2010
mohon pemberitahuan kepada saya bila nanti pembukaan akademi ini dibuka untuk pendaftaranya. karena saya sangat berminat sekali. terimakasih hp: 085289365547
Balas   • Laporkan
adi
09/02/2010
mw dunk ikut akademinya mw masuk langsung ke dinas kebakaran susah...ditunggu akedeminya...
Balas   • Laporkan
taufiq hidayat
07/02/2010
kapan....dan kalau sudah tamat dari sana ke depan nya gmn.maskash
Balas   • Laporkan
RIXSON
06/02/2010
KAPAN AKAN DI BUKA AKADEMI PEMADAM KEBAKARAN?
Balas   • Laporkan
Herry
06/02/2010
Setuju pak...............
Balas   • Laporkan
lee aryadi
03/02/2010
maju terus pemadam... "PANTANG PULANG SEBELUM PADAM"
Balas   • Laporkan
irsal S.Pd.I
03/02/2010
berita yang cukup bagus!bagaimana cara mendaftar ke akademi ini???????bagaimana mendapatkan info yang detail
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ