VIVAnews – Sepanjang Januari sampai awal Februari 2010, penderita diare di empat kecamatan di Jakarta Barat sudah mencapai 644 kasus. Angka ini terbilang tinggi dibandingkan wilayah Jakarta Timur pada periode yang sama yang hanya mencapai 365 kasus di 10 kecamatan.
Dari total penderita diare di Jakarta Barat, wilayah Tambora menduduki peringkat pertama dengan 242 penderita. Disusul Cengkareng 161 penderita, Palmerah 181 penderita, dan Kembangan 58 penderita.
"Empat kecamatan lainnya tidak ada laporan penderita diare. Jumlah itu berdasarkan kunjungan pasien dengan keluhan diare di puskesmas masing-masing kecamatan,” kata Yenuarti Suaezi, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.
Tingginya kasus diare di Tambora, kata Yenuarti, disebabkan kondisi lingkungan di Kecamatan Tambora yang sangat padat sehingga sangat rentan dengan penyakit ini. Apalagi, sejauh ini baru 60 persen warga Tambora yang menggunakan air PAM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Perilaku hidup kurang sehat juga sering dijumpai di wilayah itu. Jadi, dari tahun ke tahun penderita diare di Tambora terbilang tinggi," katanya.
Sedangkan di tahun 2009, suku dinas mencatat angka tertinggi penderita diare diduduki Kecamatan Kebon Jeruk dengan 860 pasien, Kecamatan Tambora 532 pasien, Kalideres 501 pasien, Grogol Petamburan 481 pasien, Kembangan 277 pasien, dan Palmerah 185 pasien.
"Untuk mengantisipasi diare, kami telah distribusikan oralit ke puskesmas kecamatan masing-masing yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan," katanya dikutip dari situs Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.