Metro

Aksi Kekerasan di Kampus STIP Terjadi 2006

Pesta sabu-sabu yang diduga dilakukan di dalam kampus juga ditolak tegas Ketua STIP.

Selasa, 9 Februari 2010, 13:55 WIB
Eko Priliawito
Kekerasan  

VIVAnews - Kekerasan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta kembali terjadi. Tiga mahasiswa junior dipukuli sejumlah seniornya di dalam kampus. Dua mahasiswa bahkan mengalami luka di wajah dan bibir.

Gambar tersebut ditayangkan TVOne dalam program 'Apa Kabar Indonesia Siang.  Dalam gambar tersebut terlihat tiga mahasiswa yang lebih mudah berbaris dan dipukuli bergantian. Pukulan pada bagian perut berkali-kali terjadi. Bahkan bagian wajah juga tidak luput dari sasaran penganiayaan.

Namun saat dikonfirmasi mengenai kejadian penganiayaan ini, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Yan Riswandi menyampaikan bahwa penganiayaan itu terjadi pada 2006. Dan merupakan rangkaian kejadian penganiayaan di kampus itu pada tahun yang sama.

"Sejak 2008 STIP melakukan perubahan dan persitwa itu tidak ada lagi," ujar Riswandi saat dihubungi VIVAnews, Selasa 9 Febuari 2009.

Menurut Riswandi, reformasi dibidang pendidikan sudah dilakukan juga dalam bidang pembinaan dan sarana pengawasan. "Seluruh areal kampus telah dipasangi CCTV. Kami juga telah memperbaiki sumber daya dalam bidang organisasi," ujarnya lagi.

Riswandi berani memastikan kalau kejadian itu pada 2006, karena bisa dilihat dari tanda kepangkatan. Tanda pangkat pada seragam mahasiswa ada di pundak dan 2008 telah diubah menjadi di lengan sejak tahun 2008.
 
Sementara soal pesta sabu-sabu yang diduga juga dilakukan di dalam kampus juga ditolak tegas Riswandi. Dia meyakinkan kalau kejadian itu berlangsung di luar kampus.

"Wajah-wajah yang ada pada gambar itu sudah lulus 2009 lalu. kejadian itu berada di luar lingkungan STIP. Seluruh kamar di STIP tidak menggunakan karpet," ujarnya lagi.

Diperkirakan petas narkoba itu berlangsung di rumah siswa atau kost mahasiswa. "Saya tidak tahun tempatnya dan itu bukan kewenangan STIP karena di luar sekolah," ujar dia.

Laporan: Arnes Ritongan| Jakarta Utara

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ