VIVAnews - Warga Tionghoa tak dapat dipisahkan dari perkembangan Jakarta. Sejarah sudah mencatat hubungan ini tidak semata soal perdagangan, melainkan juga menyangkut kultur. Hal itu dapat dilihat melalui peninggalan sejarah baik dari literatur maupun cerita warga keturunan Tionghoa yang menunjukkan mereka telah lama berbaur dengan pribumi untuk memajukan budaya bangsa.
“Kontribusi warga Tionghoa tidak ternilai bagi kemajuan Jakarta. Tanpa warga Tionghoa pasti Jakarta akan lain dan tidak berwibawa seperti ini. Meski secara fisik saya berbeda namun kita mempunyai kesamaan yakni memiliki jiwa dan semangat menegakkan NKRI,” ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, ketika mengukuhkan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), di WTC Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara, yang dikutip dari situs pemerintah DKI.
Fauzi mengatakan keberadaan etnis Tionghoa di Jakarta adalah cerminan kebhinekaan yang disatukan dalam NKRI. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri, di mana perbedaan bukan dijadikan pemisah melainkan menjadi kesatuan.
Fauzi menambahkan peran serta etnis Tionghoa dalam kemajuan kota Jakarta dirasakan cukup optimal. Terbukti, mereka mampu menjadi penggerak roda perekonomian di Jakarta. selain itu, mereka juga sering mengharumkan nama bangsa Indonesia di bidang olahraga.
“Jakarta tanpa kehadiran saudara-saudara kita etnis Tionghoa bukan Jakarta namanya. Peran sertanya untuk menjadikan Jakarta nyaman dan tentram juga sangat dibutuhkan, dan itu sudah dibuktikan dengan kontribusi yang cukup membantu warga Jakarta, seperti dalam hal pembukaan lapangan pekerjaan di berbagai sektor bagi warga Jakarta,” Fauzi.
Pada kesempatan itu, Fauzi juga mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Imlek bagi warga Tionghoa yang jatuh pada 14 Februari 2010.
“Semoga di Hari Imlek ini diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. Saya juga berharap kepengurusan PSMTI yang baru periode 2009-2013 mampu mengemban amanat organisasi," katanya.