VIVAnews - Kedatangan Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan ke Riau disambut demo 12 organisasi pemerhati lingkungan. Menhut rencananya akan berdialog dengan masyarakat Meranti dan RAPP terkait Semenanjung Kampa, Jumat 12 Februari 2010.
Organisasi berskala nasional dan internasional ini meminta Menhut mencabut izin HTI RAPP.
Dalam aksi tersebut, demonstran membakar foto pengusaha Sukanto Tanoto dan mantan Menhut RI, MS Kaaban.
Pendemo yang menamakan diri Koalisi Anti Penghancuran Hutan Riau (KAPHur) tersebut terdiri dari Walhi Riau, Jikalahari, Scale UP, Greenpeace SEA, Bahtera Alam, FGITI, Riau Mandiri, KPA Tiger, AMAR, Brimapala Sungkai, LBH Pekanbaru dan KAR.
Mereka menuding aktivitas RAPP memicu lajunya deforestasi di Riau yang mengakibatkan terancamnya lingkungan dan habitat hewan.
"Tutupan hutan alam rawa gambut di Riau pada 2002 tercatat 2.280.198 hektar. Sementara pada 2007 hanya tersisa 1.603.008 hektar," kata Hariansyah Usman, Koordinator KAPHuR saat orasi di depan gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman.
Rata-rata hutan rawa gambut di Riau kehilangan tutupan sekitar 135.438 hektar per tahun akibat pemberian izin oleh pemerintah dan tidak bekerjanya aparat penegak hukum di Riau.
Dikatakannya, Menhut harus memperbaiki citra presiden di dunia global untuk menurunkan emisi karbon dengan mencabut izin HTI RAPP, khususnya di Semenanjung Kampar dan Kepulauan Meranti.
"Penghancuran hutan di Semenanjung Kampar dan Kepulauan Meranti oleh RAPP merupakan bukti deforestasi yang terus meningkatkan produksi emisi karbono Indonesia," cetusnya.
Dibeberkannya, saat ini RAPP sedang melakukan pembabatan hutan alam di kawasan gambut dalam dan pulau-pulau kecil terluar. Seperti di Semenanjung Kampa dibabat seluas 55.940 hektar, Pulau Padang 43.000 hektar. Sedangkan mitranya, PT Sumatera Riang Lestari di Pulau Rangsang seluas 18.890 hektar, Tempuling seluas 48.635 hektar dan pulau Rupat 38.59 hektar. Sedangkan di Pulau Tebing Tinggi PT Lestari Unggul Makmur juga membabat 10.390 hektar.
Pada aksi unjuk rasa tersebut juga digelar teatrikal yang menggambarkan penghancuran hutan di Riau.
Laporan: Ali Azumar | Pekanbaru