Metro
Dugaan Pelecahan Seksual

Email Rayuan Anand Krishna

"Dia sering merayu saya melalui pesan di Facebook."

Senin, 15 Februari 2010, 16:41 WIB
Umi Kalsum, Sandy Adam Mahaputra
Anand Krishna (www.anandkrishna.org)

VIVAnews - Tara Pradipta Laksmi, 19 tahun, membawa sejumlah bukti dugaan pelecehan yang dilakukan tokoh spiritual Anand Krishna terhadap dirinya. Selain foto saat Anand memeluk dirinya, Tara juga menyerahkan bukti tertulis berupa print out surat elektronik (email) yang dikirimkan Anand.

Email tersebut berisi kata-kata seperti "I love you" yang disampaikan berulang kali. "Dia sering merayu saya melalui pesan di Facebook, seperti mengirim tulisan I love you," kata Tara usai melaporkan Anand ke SPK Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin 15 Februari 2010.

Pengacara Tara, Agung Mattauch mengatakan, Anand dilaporkan dengan pasal 290 KUHP tentang pencabulan hingga tak berdaya dan dilakukan berkali-kali. Laporan tersebut bernomor 519/K/II/2010/SPK Unit I.

Agung mengatakan, selama beberapa bulan pada tahun 2009 lalu kliennya mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari Anand seperti memeluk, mencium dan meraba-raba saat kliennya dalam kondisi tidak berdaya. Dugaan pencabulan itu dilakukan di Layurvedha, Jalan Fatmawati, Jakarta.

Soal laporan yang baru dilakukan sekarang, Agung mengatakan, kliennya perlu kekuatan untuk melaporkan aib yang menimpanya. "Ini perlu energi, tidak bisa langsung," kata dia.

Saat dugaan pelecehan terjadi, kliennya tidak bisa berbuat apa-apa karena seperti dihipnotis dan dicuci otak. Karenanya usai lepas dari cengkraman Anand, kliennya dibawa ke psikiater.

Tara mengakui saat kejadian, ia tidak mampu menolak. "Pikiran saya seperti dirasuki," katanya.

Selain itu, dalam ajarannya, Anand juga selalu menekankan bahwa apa yang dikatakan guru harus dipenuhi. "Saya menganggap Anand sebagai guru, begitu juga pengikutnya yang lain. Jadi apa yang dia katakan harus diikuti," kata dia.

Agung menambahkan, korban pelecehan Anand di Jakarta mencapai 8 orang dan satu orang lainnya di Bali.

Soal laporan ini, Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafly Amar mengatakan baru sebatas menerima laporan. "Nanti akan dilakukan penyidikan lebih lanjut," kata dia.

Tudingan pelecehan seksual ditepis Anand Krishna. Ia menilai banyak yang iri kepadanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
orang biasa
16/02/2010
mbak tara disuruh ama siapa sih jelek2in orang baik,,,smoga dah cepet ngetop n kaya (harta),, buat pak anand; susahnya jd orang waras di jaman edan, hahaha
Balas   • Laporkan
Ali
16/02/2010
Hehehe...Guru cabul kok diikiuti, masyarakat yang aneh. Kalau mau mencari ketenangan, dekatkan diri pada Tuhan, banyak beramal dan mengamalkan..bukannya bersemedi dan mengabdi pada guru cabul. Sekali lagi, masyarakat yang aneh...
Balas   • Laporkan
Bekas guru Tara di SD
16/02/2010
Saya kenal tara pada waktu mengajar dia di SD. Sama dengan guru dia di SMP dan SMA, saya juga mngenal dia sebagai anak yang aktif dan menyenangkan. Saya sangat prihatin atas apa yang menimpa dirinya. Email ini hanya untuk memberikan dukungan moral pada di
Balas   • Laporkan
Bekas guru Tara di SD
16/02/2010
Saya kenal tara pada waktu mengajar dia di SD. Sama dengan guru dia di SMP dan SMA, saya juga mngenal dia sebagai anak yang aktif dan menyenangkan. Saya sangat prihatin atas apa yang menimpa dirinya. Email ini hanya untuk memberikan dukungan moral pada di
Balas   • Laporkan
gurunya tara
16/02/2010
para pembaca sekalian, saya adalah mantan guru dari tara ketika dia duduk di smp-sma. tara adalah anak yang sangat baik, normal dan cerdas. dia adalah anak yang patuh kepada orang tua-nya, ikut kegiatan ini juga karena orang tuanya. jika ada yang tidak pe
Balas   • Laporkan
Aye
16/02/2010
Cuma dibilang 'i loph yu' aja trus mau digrepe-grepe ? 'Korban' yang aneeh..
Balas   • Laporkan
Vegatroz
16/02/2010
kalau ada bukti print out emai berarti....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ