Metro

Kisruh Blue Bird di Bali Kian Panas

Sebuah taksi yang dicegat terpaksa menurunkan turis asing yang menjadi penumpangnya.

Senin, 15 Februari 2010, 17:52 WIB
Umi Kalsum
Taksi Blue Bird saat menunggu penumpang (oto.co.id)

VIVAnews - Perseteruan antara Paguyuban Jasa Wisata Bali dengan Bali Taksi dari Blue Bird di Pulau Dewata kian panas. Ratusan sopir taksi dari berbagai armada menggelar aksi demo di depan pool taksi Bali Taksi (Sesetan), Gedung DPRD dan Dinas Perhubungan Bali.

Demo ini sempat diwarnai aksi anarkis. Para pendemo merusak satu armada Bali Taksi dan mencopot mahkota serta empat lampunya. Tidak hanya itu, pendemo yang menggelar aksi Senin 15 Februari 2010, juga melakukan sweeping terhadap armada taksi yang tidak ikut aksi demo.

Sebuah taksi yang dicegat terpaksa menurunkan turis asing yang menjadi penumpangnya di Jalan Tjok Agung Tresna, Renon, sehingga si turis terpaksa melanjutkan perjalanannya dengan angkot. Bahkan ada sopir yang kena pukul. Akibat aksinya, dua sopir sempat diamankan di Polsek Kuta.

Aksi demo ini menurut Kapoltabes Denpasar Kombes I Gede Alit Widana mengatakan, aksi demo masih terkendali. "Tadi memang ada sopir yang dipukul di Renon tapi nggak parah. Kalau ada yang anarkis kita akan tindak tegas," kata dia.

Public Relation Bali Taksi Nyoman Mermadi dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews, mengaku prihatin dengan kondisi pertaksian di Bali.

"Kami manajemen Bali Taksi prihatin dengan kondisi yang terjadi akhir-akhir ini, di mana Bali Taksi menjadi sasaran isu," kata Nyoman. Operasional Bali Taksi dituding tidak memiliki dasar hukum. Padahal, kata dia, Bali Taksi adalah nama merekk dari  PT Patra Bali  Transportasu yang sah secara hukum.

Menurut dia PT PBT  memperoleh izin  jasa angkutan taksi dari Gubernur Bali Nomor 551.21/4570/Bina.Ek tertanggal 19 April 1994. Manajemen mengakui terkena dampak aksi demo dan mengalami kerugian penurunan permintaan sekitar 30 persen.

"Kami mengimbau semua pihak menahan diri dan menunggu Pemda, DPRD, dan Dishub menyelesaikan permasalahan yang ada agar citra Bali sebagai daerah tujuan wisata terkemuka dengan kualitas pelayanan transportasi yang baik bisa terus ditingkatkan," kata Nyoman.

Kasus ini berawal dari perseteruan antara Pemda Bali dan operator taksi Blue Bird. Buntutnya, Pemda mengancam akan menutup operasional Bali Taxi yang dikelola grup ini di Bali. Blue Bird dituding menggunakan izin operasional palsu.

Ancaman itu sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Bali Made Santa setelah Dishub Bali menggelar sidak ke kantor Blue Bird di Jimbaran.

Dari hasil sidak itu diketahui selama beroperasi Bali Taxi telah melanggar Keputusan Menteri Perhubungan No 35 Tahun 2003 karena menggunakan izin operasional PT Praja Bali.  Dishub pun meminta Blue Bird Group untuk melepas nama dan logo Blue Bird pada mobilnya.

Kasus ini mencuat setelah diprotes oleh persatuan taksi Bali yang menolak izin prinsip baru untuk 500 unit taksi Blue Bird karena jumlah taksi di Bali saat ini melebihi kouta, sekitar 2.282 armada.

Namun pelanggaran yang ditudingkan Dishub sempat ditepis Vice President Blue Bird, Noni Purnomo. Noni memastikan pihaknya tidak melanggar aturan.

PT Praja Bali Transportasi mendapatkan izin  untuk memakai identitas Blue Bird group dan dioperasikan oleh grup itu.

Laporan: Dewi Umaryati | Bali



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Susanto Liauw
16/11/2010
Memang taxi2 lain di Bali beringas, saya melihat sendiri dengan mata kepala, seorang supir taxi berani marah2in bule sampai gebrak2 taxi nya segala di Kuta... Itu bule kan ibarat tamu? masa begitu perlakuan thd tamu? Memalukan pariwisata Indonesia aja...
Balas   • Laporkan
Vonny
08/06/2010
amit2... memang dr dulu ga pernah mau pake taxi selain bali Taxi di Bali karena memang rese2 setnegah mampus supir2nya.... begatal kalu ama cewe juga.... Bali Taxi disukain karena bagus servicenya, kok malah digebukin... dasar taxi2 lain emang brengsek...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ