VIVAnews - Eks karyawan harian Berita Kota menggelar demonstrasi di depan Kantor Pusat Harian Kompas. Massa menuding pembelian itu untuk menghentikan persaingan bisnis yang telah terjadi sekitar 10 tahun.
"Langkah kami itu kami nilai sebagai tindakan kalap dari sebuah perusahaan raksasa dalam menghadapi media kompetitornya," kata koordinator aksi Edison Siahaan di depan Kantor Kompas, Jakarta Barat, Selasa 16 Februari 2010.
Menurut Edison, mantan pekerja di Harian Berita Kota melihat ada motif lain di balik pembelian 'koran kriminal' ini. Maka itu, massa ingin bertemu dengan petinggi Kompas untuk mendapat penjelasan maksud pembelian.
"Kami menduga motif pembelian Berita Kota adalah untuk menghentikan usaha kami yang sudah berdiri 10 tahun," ujar dia.
Pantauan VIVAnews, sekitar 20 orang terus berorasi sambil membentangkan spanduk dan poster. Hujan yang mengguyur lokasi tak mengurunkan niat mereka untuk berdemo.
Satu per satu massa pendemo mulai berdatangan selepas hujan reda.
Seperti diketahui, PT Metrogema Media Nusantara (MMN), penerbit Koran Warta Kota dari Kelompok Kompas Gramedia telah membeli perusahaan penerbit Koran Berita Kota, PT Pena Mas Pewarta (PMP).
ismoko.widjaya@vivanews.com