Metro

Sopir Blue Bird Diintimidasi, 7 Mobil Dirusak

"Kita masih menunggu keputusan dari tim Dinas Perhubungan Bali."

Rabu, 17 Februari 2010, 15:38 WIB
Umi Kalsum
  (oto.co.id)

VIVAnews - Kisruh operasional Bali Taksi dari Blue Bird Group belum juga mereda. Juru bicara Blue Bird, Teguh Wijayanto mengaku prihatin dengan kondisi yang menimpa armadanya.

"Kita masih menunggu keputusan dari tim Dinas Perhubungan Bali dan tetap menyikapinya dengan bijak," ungkap Teguh di Denpasar, 17 Februari 2010.

Operasional Bali Taksi dipermasalahkan karena izinnya dianggap palsu. Pemda pun mengancam akan mencabut izin operasionalnya. Kisruh ini berbuntut panjang sehingga membuat para sopir tidak bisa tenang mencari nafkah.

Selain tidak boleh lagi menggunakan stiker Blue Bird Group, sopir dan armadanya juga beberapa kali kena sweeping armada taksi lain. Sampai hari ini ada tujuh taksi yang dirusak oleh orang tak dikenal serta beberapa sopir mengalami intimidasi di jalan.

"Meskipun hal itu kita alami, taksi tetap beroperasi sebagaimana biasa dalam melayani masyarakat karena kita tidak ingin mereka kecewa," kata dia.

Tujuh taksi Blue Bird yang mengalami kerusakan antara lain satu taksi dirusak di bagian mahkota, dan enam taksi dirusak di bagian spion serta bagian bodinya sengaja digores dan penyok akibat perbuatan orang tak dikenal.

Hal ini terjadi di beberapa wilayah seperti di kawasan Panjer, Sunset Road, dekat pertokoan Carrefour, Kuta, Legian.

"Proses intimidasi lainnya menimpa sopir seperti ada dua orang yang mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor dan dengan tiba-tiba memukul bodi taksi," urai Teguh.

Laporan : Dewi Umaryati | Bali



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ