VIVAnews - Infrastruktur jalan dan halte yang disediakan untuk rute Transjakarta koridor 9 tujuan Pinangranti - Pluit dan koridor 10 rute Cililitan - Tanjung Priok rusak. Padahal belum dioperasikan.
“Umumnya bagian halte yang rusak adalah lantai dan dindingnya,” kata Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta M. Akbar usai rapat kerja dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta Rabu 17 Februari 2010.
Menurut Akbar kerusakan terjadi karena busway tidak segera difungsikan. Selain itu, kata dia, karena lemahnya pengawasan dan perawatan infrastruktur.
Setelah semua kerusakan dipantau, kata Akbar, Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pembenahan. Targetnya semua perbaikan kerusakan selesai sebelum dua koridor dioperasikan November 2010.
Dalam hal perbaikan, Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tanggung jawab memperbaiki separator. Sedangkan untuk perbaikan halte menjadi tanggungan Dinas Perhubungan.
Akbar mengatakan untuk memperbaiki semua halte yang rusak, diperkirakan butuh anggaran Rp 2 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Muhammad Tauchid menambahkan kedua koridor itu dipastikan dapat beroperasi tahun ini.
“Kami sudah selesai melakukan pra kualifikasi tender, minggu depan tender pengadaan bus akan dimulai,” ujarnya.
Menurut Tauchid ada enam perusahaan yang bersaing untuk memenangkan tender itu.
“Ada tiga perusahaan untuk koridor 9 dan tiga perusahaan untuk koridor 10,” katanya.
Sebelumnya, tender sempat terkendala karena tidak ada perusahaan yang memenuhi syarat.