Metro

Tanggul Bocor, Anak Usaha PLN Diungsikan

Mereka diungsikan ke tempat yang lebih aman agar semua aktivitas tetap berjalan.

Selasa, 23 Februari 2010, 13:28 WIB
Siswanto
Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Muara Karang, Jakarta (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews – Tempat aktivitas Jasa Managemen Konstruksi (JMK) PT Perusahaan Listrik Negara diungsikan untuk sementara ke mess karyawan yang terletak di seberang kantor JMK Jalan Raya Pluit Utara, Penjaringan, Jakarta Utara. Hal ini menyusul terjadinya kebocoran tanggul Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang.

"Banyak alat kantor yang rusak akibat terendam air, seperti komputer, berkas-berkas dan lainnya. Kerugian masih kami hitung, diperkirakan mencapai puluhan juta," kata Bambang Trisulo, salah satu karyawan JMK, Selasa 23 Februari 2010. JMK merupakan salah satu anak usaha PT PLN.

Mereka diungsikan ke tempat yang lebih aman agar semua aktivitas tetap berjalan sambil menunggu air yang merendam area perkantoran surut. Diperkirakan, semua kegiatan dapat berjalan normal dalam tiga hari lagi.

Kemudian Bambang mengatakan banjir seperti itu bukan terjadi sekali ini. Kata dia, sudah tiga kali, yaitu di tahun 2002 sebanyak dua kali dan 2010 baru sekali.

JMK tidak tinggal diam terhadap masalah ini. Bambang mengatakan pimpinannya sudah mengajukan proyek peninggian area agar kasus semacam itu tidak lagi terjadi.

“Tapi sampai kini belum terealisasi. Dan juga sudah pernah ada rencana pemindahan ke daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, tapi belum juga terealisasi," kata Bambang.

Banjir yang terjadi kemarin sempat membikin arus lalu lintas Jalan Raya Pluit Raya terganggu. Namun, hari ini situasi lalu lintas sudah normal.

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menambahkan sebenarnya tidak ada tanggul bocor sebagaimana informasi yang beredar ke masyarakat. Menurut dia, genangan air berasal dari kebocoran akibat macetnya satu dari enam pintu pendingin turbin .

"Enam pintu itu tidak pernah dibuka. Saat itu pintu dibuka untuk pendinginan turbin. Namun ketika ditutup kembali salah satu pintu tertahan oleh lumpur, yang mengakibatkan masuknya air laut hingga menyebabkan banjir," kata Sugiyono ketika meninjau tanggul PLTU Muara Karang.

Laporan | Arnes Ritonga | Jakarta Utara



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ