VIVAnews - Penggalan kisah hidup Barack Obama kecil di Menteng Dalam, kembali menjadi perbincangan warga sekitar. Dalam percakapan itu, sejumlah guru dan teman dekat Barry terus menunggu kedatangannya ke Indonesia.
Barry Soetoro nama kecil Obama terus diperbincangan warga Menteng, Jakarta Pusat, meski Barry hanya tinggal di Menteng Dalam selama tiga tahun (1968-1970).
Teman dekat Obama, Dara Madewa, 48 tahun menuturkan, saat masih menetap di Menteng Dalam, hampir setiap hari Barry kecil selalu bermain di rumah Dara usai sekolah. Selain karena jarak rumah yang berdekatan, karena mereka adalah teman sekelas di SD ASISI.
"Kalau main ke rumah, enggak mau pulang sampai malam. Kadang makan juga di sini. Sampai harus dijemput ibunya. Dia juga sering sembunyi di kolong tempat tidur kalau dijemput" ujar Dara.
Kesibukan kedua orangtuanya kala itu, membuat Barry lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Dara selepas pulang sekolah. Bahasa Indonesia Barry yang tidak lancar, menurut Dara sering menjadi hambatan percakapan mereka.
Dara bahkan harus bertanya ayahnya cara meminta Barry pulang dalam bahasa Inggris. "Setelah ayah memberitahu, jadi kalau Barry tidak mau pulang saya tinggal bilang 'Barry, go home'. Maka Barry langsung pulang," ujar Dara sambil tertawa.
Meski demikian, Dara menganggap Barry merupakan teman yang baik hati dan tidak mudah marah. Pertemanan mereka terputus saat Barry pindah sekolah ke SD Besuki pada pertengahan kelas tiga.
Baru sekitar tahun 2004, ingatan tentang Barry kembali muncul saat membaca artikel berjudul "Dari Menteng Dalam Menjadi Senator AS" di harian nasional.
"Saya hanya mengenal Barry Soetoro. Maka saya kirim email ke akun milik Obama jelang pemilihan senator. Eh, ternyata dibalas seseorang bernama Obama yang mengaku kalau dirinya yang bernama Barry" cerita Dara.
Komunikasi pun sempat terjalin beberapa waktu. Tapi saat Obama jadi Presiden Amerika Serikat, Dara mengaku tidak dapat lagi berkomunikasi lewat email. "Mungkin karena sibuk yah" ujarnya.
Teman masa kecil Obama ini tidak terlalu berharap banyak untuk bisa bertatapan muka dengan Obama, bila benar akan berkunjung ke Indonesia. "Saya hanya berharap ia tetap mengingat teman-teman kecilnya" ujar Dara.