Metro

Benarkah Ibukota Indonesia Bakal Pindah

Meski suasana Jakarta sudah penuh sesak, tetap saja keinginan berpindah itu belum ada.

Kamis, 25 Februari 2010, 15:41 WIB
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
Gedung pekantoran di kawasan Kuningan, Jakarta (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pemerintah Indonesia belum lagi mewacanakan soal rencana perpindahan Ibukota Negara Republik Indonesia. Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Syahrial Loetan mengatakan, meski suasana Kota Jakarta ini sudah penuh sesak dengan transportasi amburadul, tetap saja keinginan berpindah itu belum ada.

"Dulu wacana itu pernah ada, tapi tertunda," ujar Syahrial dalam obrolan bersama wartawan di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis 25 Februari 2010.

Menurut Syahrial, dalam program tahun 2010 atau jangka panjang lima tahun ke depan, rencana perpindahan ibukota sama sekali tidak dicantumkan. Keinginan ini harus tertunda dengan alasan karena biayanya yang mahal.

Jangankan untuk menebak berapa dana yang dibutuhkan, Syahrial mengatakan dalam bentuk studi kelayakan sekalipun Bappenas tidak memilikinya. "Perpindahan itu mungkin saja tapi tidak bisa satu dua tahun, itu butuh masterplan yang besar dan belum ada," kata dia.

Syahrial mengibaratkan memindahkan ibukota seperti membuat kota baru. Kehidupan ini mulai dari lingkup manusia yang berkerja di dalamnya,  sistem IT, infrastruktur fisik pendukung, juga sistem birokrasi yang harus dipikirkan. Jangan sampai hanya karena keinginan untuk pindah, nantinya biaya operasional yang ada justru semakin mahal.

Tahap pemindahan itu, kata dia, terlebih dahulu perlu dibuat desain dari kota yang diinginkan. "Karena memindahkan kota, layaknya memindahkan sebuah kehidupan," ujar Syahrial.

Artinya bagaimana membuat konsep tata kota mulai dari landscape (tidak bergunung-gunung dan terlalu datar), kemudian perencanaan kota termasuk membuat pemetaan dengan matang.

Mahalnya biaya yang dibutuhkan itu antara lain adalah untuk pembangunan kantor, perumahan, tempat bisnis, rumah sakit, sekolah, sarana ibadah dan lain sebagainya. Persiapan ini perlu dibuat dengan matang, agar sebuah ibukota itu jangan sampai salah konsep seperti Jakarta.

"Kalau mau pindah, jangan sampai amburadul lagi," katanya. Syahrial pun menunjuk banyak kota besar di Indonesia yang dalam perkembangannya sekarang mulai salah kelola.

Meski tidak berencana pindah, namun demikian, Pemerintah Pusat mengakui kesulitan menata Jakarta. Pasalnya kota pemerintahan yang sedang dibangun ini adalah sebuah kota yang dibangun dari sebuah kampung. Semuanya dilakukan spontan tanpa rencana strategis dan konsep yang jelas. Tak heran Kota Jakarta sulit disebut sebagai kota pemerintahan, kota bisnis, atau kota pendidikan.

"Kalau kami mau langsung paksakan, tentu akan banyak korban. Namanya juga kota dibangun dari kampung yang sudah ada. Jadi kalau mau begini, tentu yang punya tanah minta ganti mahal, trus spekulan main, ini kan repot," kata dia.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
BBBN
24/10/2010
BAGAIMANA TUHAN SAJA,KAN DIA YG LEBIH TAHU BENARKAN??
Balas   • Laporkan
BBBN
24/10/2010
BAGAIMANA TUHAN SAJA,KAN DIA YG LEBIH TAHU BENARKAN??
Balas   • Laporkan
dewi
09/09/2010
udah pak SBY ndak usah nata jakarta lagi ...sia-sia aja maju terus bangun ibukota baru ...jangan mundur .... ngomong tentang jakarta useless ... sia-sia .... tidak akan ada perubahan ....
Balas   • Laporkan
mhy nall
09/09/2010
bapak hrs memikirkan hal itu,karna dalam 1 thn pulau jawa nyusut dalam setiap centi nya,..andai kata alloh berbuat lain jika jakarta tenggelam,kemana akan di pindahkan ibu kota,,sesuatu pasti akan terjadi,,jadi mulai sekarang bapak harus pikir kan itu,...
Balas   • Laporkan
hy_qam
07/09/2010
kayaknya emang ibu kota harus di pindah ke balikpapan tuch.,. coz kalimantan pusatnya hasil tambang dan penyumbang hasil pajak terbesar di indonesia... ayo, semangat indonesia ku. beri kesempatan kpd kalimantan untuk memajukan indonesia TANPA KORUPSI...
Balas   • Laporkan
ade
28/08/2010
Balikpapan saja
Balas   • Laporkan
shendi
06/08/2010
ya sudah lah mending kita ganti sajah,, muak liat kemacetan jakarta tiap detik,, bandung bisa jadi solusi handal tuh
Balas   • Laporkan
tri abiyasa
31/07/2010
Jika Jakarta tetap jadi Ibu Kota. Maka Solusi yg jitu n cerdas adalah Kementerian RI wajib sgr disebar merata ke Kota2 Provinsi agar tidak Jakarta Sentris. Wajar, Indonesia ini negara kepulauan. Berilah kesempatan n kepercayaan kepada semua Provinsi Kita.
Balas   • Laporkan
tri abiyasa
31/07/2010
Jika Jakarta tetap jadi Ibu Kota. Maka Solusi yg jitu n cerdas adalah Kementerian RI wajib sgr disebar merata ke Kota2 Provinsi agar tidak Jakarta Sentris. Wajar, Indonesia ini negara kepulauan. Berilah kesempatan n kepercayaan kepada semua Provinsi Kita.
Balas   • Laporkan
tri murtiyoso
30/07/2010
Jujur Jakarta tuh betul2 gak memadai lagi. Jangan terlalu rumit mikir. Indonesia kan negeri kepulauan, Teknologi sudah sedemikian maju. Bisa Donk, Kepresidenan n DPR tetap di Jakarta, tetapi Kantor Kementriannya ditempatkan di Kota2 Provinsi.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ