Metro

Wartawan Trans7 Kehilangan Satu Mata

Saat ini Mira dirawat di RS Cipto Mangunkusumo. Mira mengalami perampokan yang menyebabkan

Jum'at, 26 Februari 2010, 13:56 WIB
Hadi Suprapto, Eko Huda S
Ilustrasi perampokan (VIVAnews/Wayan)

VIVAnews - Wartawan Trans 7, Aprianti Mira Astuti, 33, kehilangan salah satu matanya akibat penganiayaan dan perampokan yang menimpanya pada Rabu, 24 Februari, dini hari lalu.

Petugas jaga Rumah Sakit Mata Prof DR Isak Salim Aini menyatakan, Mira datang ke rumah sakit itu setelah beberapa saat sebelumnya dirawat di RS Medistra.  Petugas RS Aini pun langsung memeriksa Mira dan memutuskan untuk mengoperasinya. Namun, karena peralatan di rumah sakit itu terbatas, Mira langsung dirujuk ke RS Tjipto Mangunkusumo, Jakarta.

"Salah satu matanya mengalami luka serius. Sudah tidak bisa berfungsi lagi," kata Kamaluddin saat ditemui di RS Aini, Jalan HR Rasuna Said, Setia Budi, Jakarta, Jumat 26 Februari 2010.

Mira dirampok dua pria saat melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta. Wanita yang menjabat editor di stasiun televisi yang berkantor di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan itu, diserang saat hendak masuk kerja.

Akibat perampokan itu, Mira yang tinggal di Jalan Wijaya Kusuma, No 7 RT 01/01 Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang itu, telepon selular dan sejumlah uang. Bahkan tidak hanya itu, Mira juga disayat wajah dan matanya dengan pisau.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
detektif conan
27/02/2010
wah, kl ini mah bukan perampokan biasa. ada unsur balas dendam dan rasa ga suka nih sama korbannya. pasalnya kl perampok cuma menginginkan harta benda koran, kenapa harus sampai melukai dan parahnya lagi yg dilukai bagian wajah n mata, toh dengan diancam
Balas   • Laporkan
gagat rinho
26/02/2010
ikut sedih......aq kagak percaya ini perampokan murni, pasti ada motif lain!!! pak polisi, usut ya!!!
Balas   • Laporkan
A.S
26/02/2010
Kalau sempat menangkap penjahat seperti itu, dilenyapkan saja. Toh hukum di negeri kita sangat ringan. Keluar penjara diulang lagi kelakuannya. Polisi yang menangkap pun setelah bersusah payah jadi ga ada artinya, kadang sampai korban nyawa. Sampah masyar
Balas   • Laporkan
abdul shomad
26/02/2010
Turut perihatin sedalam-dalamnya. Polisi harus mencari tau motifnya dalam waktu selekas-lekasnya.
Balas   • Laporkan
bejah brugman
26/02/2010
kok aneh ya.....sempat2 nya ngincer nyayat muka pas mata lagi...seperti disengaja...ayo pak polisi di cari motif sebenarnya
Balas   • Laporkan
bondan nusantara
26/02/2010
Sediiih....!!!! Pelakunya harus diusut. Apalagi kalau ada kaitan dengan berita yang baru dibikin Mira!
Balas   • Laporkan
pandu
26/02/2010
ternyata makin susah aja mencari uang di Indonesia,, sampe-sampe harus ada kejadian kaya gini ckckckck
Balas   • Laporkan
jojon
26/02/2010
semoga perampoknya mati dengan cara yang sama
Balas   • Laporkan
turut prihatin,......pesan untuk perampok...sekalian saja politisi yang kuptor itu yang rampok...+ bunuh sekalian....
Balas   • Laporkan
sari
26/02/2010
yakinlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pembalas. Jika di dunia ini hukuman untuk si pelaku tak setimpal dengan kejahatan yang di lakukannya, maka ada pengadilan hakikiki yang akan memberinya sanksi dengan seadil adilnya. Tuk Mira.. Bangkit dan berjuan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ