Banser Turunkan Spanduk Nur Mahmudi-Gus Dur
Spanduk milik Nur Mahmudi itu dianggap sebagai bentuk penghinaan.
Senin, 1 Maret 2010, 16:52 WIB
Eko Priliawito
Baliho Nurmahmudi Ismail (Dokumen VIVAnews)
VIVAnews - Banser Nahdlatul Ulam (NU) Kota Depok menurunkan puluhan spanduk bergambar Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail bersama dengan Abdurahman Wahid (Gus Dur).
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok, Burhanuddin Marzuki mengatakan, pemasangan spanduk yang berada di sepanjang Jalan Kartini dianggap tidak pantas secara etika.
Sepanduk berwana putih dan hijau itu bertuliskan 'Nur Mahmudi Untuk Kota Depok' dan bagian kiri gambar Gus Dur dan gambar Nur Mahmudi di bagian kanan.
"Kalau bicara NU Depok, tapi saya tidak pernah mengeluarkan izin. Tapi sebenarnya kita netral," ujar Marzuki, Senin 1 Maret 2010. Menurutnya hal ini dianggap memanfaatkan Gus Dur untuk mencari dukungan dalam Pilkada Kota Depok pada Juni tahun ini.
Pesangan foto Nur Mahmudi bersama dengan Gus Dur dalam spanduk itu juga dianggap sebagai bentuk penghinaan karena tokoh NU itu belum genap 100 meninggal dunia.
Terkait hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Burhanuddin Marzuki akan membicarakan hal ini dengan keluarga Gus Dur. Marzuki berharap siapapun jangan coba-coba mengatasnamakan NU untuk kepetingan pilkada.
untuk bang rohmat : jangan melihat kreatif atau tidaknya tapi lihat isi pesanya dan juga pelajaran dari iklan tersebut " makan dengan tangan kanan "! karena masih banyak orang islam yang makan minum pakai tangan kiri bahkan sambil berdiri lagi! mulai dar
abbas
02/03/2010
untuk bang rohmat : jangan melihat kreatif atau tidaknya tapi lihat isi pesanya dan juga pelajaran dari iklan tersebut " makan dengan tangan kanan "! karena masih banyak orang islam yang makan minum pakai tangan kiri bahkan sambil berdiri lagi! mulai dar
mauruan
01/03/2010
woi....kasian bapak bangsa kita mau istirahat dengan damai.....Nur mahmudi...sadarlah...anda....itu tidak layak lagi memimpin kota..depok......emang ga ada kader PKS lagi......!!!! bagi PKS....bapak bangsa boleh dipakai siapa aja....Tapi anda PKS..telah m
iffajar
01/03/2010
menurut saya seorang pemimpin itu pemimpin yg harus membawa rakyat nya berakhlak baik saya tidak setuju yg membawa bawa pks bung di pks itu seseorang sudah menjadi gubernur atw walikota atau bupati bukan lagi milik pks tapi milik rakyat.....
syafril
01/03/2010
benar salah gusdur Idolaku
aan
01/03/2010
NU dari dulu sejak saya belum lahir sampe gede ya sprti itu.. arogan,inklusif makanya tdk prnah berkembang... padahal gus dur itu kn mantan presiden, milik semua rakyat..."gitu aja kok repot"
muslikh
01/03/2010
saya setuju untuk tidak sembarangan menggunakan atribut NU atau simbul-simbul NU lainya demikepentingan pribadi / kelompok. Jangan sok menodai Jamiyyah NU kalau dirinya juga tidak mau dinodai. Ingat NU itu tdk bs untuk kepentingan politik atau lainya kecu
zend
01/03/2010
heran knapa kok PKS pake nama gusdur ga boleh?, bukannya gusdur bapak bangsa...(katanya orang2 NU).. ehh giliran buat kampanye PKB di bolehin... :D bgini yang namanya netral?? apa kata dunia???
rohmat
01/03/2010
buat nur mahmudi, apa gak ada pesan yg lebih cerdas daripada pesan moral makan dengan tangan kanan, jadi walikota kok gak kreatif. mana nih aktivis pks yg katanya banyak yg pinter
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar