VIVAnews - Ribuan demonstran diperkirakan akan 'mengepung' Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini, Selasa 2 Maret 2010 -- bertepatan dengan pelaksanaan sidang paripurna DPR yang akan mendengarkan hasil kerja Panitia Khusus Hak Angket Kasus Century.
Polisi pun tak tinggal diam. Kepolisian Daerah Metro Jaya akan mengerahkan 1.900 personel dua titik, di Gedung DPR/MPR dan Istana Negara. Pengamanan ketat akan dilakukan sejak Selasa 2 Maret 2010 hingga Kamis, 4 Maret 2010.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan, personel terdiri dari petugas gabungan dari Samapta, Brimob dan Reskrim.
Sementara skenario pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan bila sesuai dengan kondisi. Di depan Gedung DPR/MPR dari arah Semanggi menuju Grogol dialihkan ke arah TVRI dan Palmerah.
Arus kendaraan dari arah Bundaran Hotel Indonesia yang akan lewat Monumen Nasional atau sekitar Istana Merdeka dan Istana Negara, dialihkan lewat Cideng atau Tanah Abang.
Kemudian, kendaraan yang datang dari arah Harmoni (utara) dialihkan lewat Jalan Juanda karena tidak mungkin menembus massa yang berkumpul di Jalan Medan Merdeka Utara.
Sebelumnya, Presiden Forum Umat Islam Bersatu Eggi Sudjana mengatakan kalau aksi menyikapi hasil Angket Bank Century akan dilakukan 62 elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR dan Istana Negera.
Beberapa tuntutan yang akan mereka bawa adalah agar Pansus membuat rekomendasi memeriksa presiden dan tuntut mundur SBY dan Boediono.
Sementara, aktivis Benteng Demokrasi Rakyat akan 'menduduki' gedung DPR selama tiga hari sejak hari ini. Aksi Bendera dinamakan 'Gerakan 234'.