VIVAnews - Sepanjang Januari 2010, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke DKI Jakarta melalui tiga pintu masuk, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Tanjung Priok, dan Halim Perdanakusumah mencapai 123.072 kunjungan. Angka ini mengalami penurunan sebesar 9,49 persen dibandingkan kunjungan wisman pada Desember 2009 yang mencapai 135.975 kunjungan. Namun, jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama pada 2009, jumlah kunjungan wisman di Januari 2010 masih lebih tinggi sebesar 25,28 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI mengumumkan wisman terbanyak yang berkunjung ke Jakarta pada Januari 2010, berasal dari lima negara. Masing-masing adalah Malaysia sebanyak 18.072 kunjungan. Disusul Singapura dengan 11.905 kunjungan, China 11.392 kunjungan, Korea Selatan 7.588 kunjungan, dan Jepang 6.781 kunjungan. Dengan begitu, total jumlah kunjungan dari lima negara ini adalah 55.738 kunjungan. Angka itu mencapai 45,26 persen dari keseluruhan kunjungan ke kota Jakarta.
“Artinya, warga negara kelima negara itu melihat kota Jakarta sebagai kota yang memiliki tempat wisata yang wajib dikunjungi. Kota Jakarta mempunyai peranan sangat penting sebagai pasar utama pariwisata asing di ibukota,” kata Agus Suherman, Kepala BPS DKI Jakarta, yang dikutip dari situs Pemprov DKI, Selasa 2 Februari 2010.
Agus mengungkapkan penurunan jumlah wisman pada Januari disebabkan pada bulan itu musim liburan sudah berakhir. Sehingga banyak wisman sudah kembali ke negara masing-masing untuk melakukan aktivitas kerja mereka.
Penurunan kunjungan wisman pada Januari 2010 yang mencapai 9,49 persen dari bulan sebelumnya, merupakan penurunan kunjungan wisman yang keempat kali selama empat tahun terakhir. Penurunan ini juga searah dengan kunjungan wisman ke Indonesia yang mengalami penurunan sebesar 27,17 persen. Yaitu dari 676.971 kunjungan pada Desember 2009 menurun menjadi 493.039 kunjungan pada Januari 2010.
Sedangkan untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jakarta pada Januari 2010 mencapai 52,55 persen atau turun sekitar 2,73 poin dari TPK Desember 2009 yang mencapai 55,28 persen. Namun jika dibandingkan dengan TPK Januari 2009 yang mencapai 49,44 persen, TPK Januari 2010 justru lebih tinggi 3,11 poin.
Rata-rata wisman dan wisatawan nusantara (wisnus) yang menginap pada hotel berbintang di bulan Januari 2010 mencapai 2,07 hari. Angka ini mengalami penurunan 0,08 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap Desember 2009.
Sementara rasio tamu asing terhadap tamu Indonesia untuk hotel berbintang lima pada Januari 2010 mencapai 0,18 poin atau lebih rendah 0,01 poin jika dibandingkan dengan rasio bulan Desember 2009. Namun jika dibandingkan dengan rasio bulan yang sama tahun lalu, rasio tamu asing pada Januari 2010 justru mengalami peningkatan sebesar 0,02 persen.