Metro

Puskesmas Intensifkan Terapi Metadon

Untuk mempercepat proses rehabilitasi itu, pasien hanya dikenakan biaya Rp 5.000.

Selasa, 2 Maret 2010, 17:12 WIB
Siswanto
  (Zainul Arifin | Surabaya Post)

VIVAnews - Untuk menekan tingginya penggunaan narkoba, tiga puskesmas di Jakarta Pusat mengintensifkan kegiatan terapi metadon kepada para pecandu zat adiktif. Bahkan, untuk mempercepat proses rehabilitasi itu, para pasien yang datang hanya dikenakan biaya administrasi Rp 5.000.

Sekretaris Badan Narkotika Kota (BNK) Jakarta Pusat Mashudi mengatakan tingginya angka pecandu narkoba di Jakarta Pusat menjadi pekerjaan rumah bagi BNK untuk terus menyosialisasikan bahaya penggunaan obat terlarang itu kepada masyarakat. Sebab berdasarkan data yang ada pada 2009 tercatat ada 282 orang di Jakarta Pusat yang terjaring, yaitu 260 laki-laki dan 22 wanita. Di mana 205 orang merupakan pengguna dan 77 adalah pengedar.  

Menurutnya, sejauh ini untuk membantu penyembuhan para pecandu narkoba di Jakarta Pusat telah disediakan terapi metadon di Puskesmas Gambir, Puskesmas Senen, dan Puskesmas Kemayoran.

“Pencandu yang mengikuti terapi metadon akan menjadi lebih stabil dan dapat mengurangi kecanduan. Terapi metadon diperuntukan bagi pecandu narkoba yang ingin sembuh, dan nantinya pecandu akan diberikan suplemen pengganti narkotika dengan dosis tertentu,” kata Mashudi yang dikutip dari situs Pemprov DKI, Selasa 2 Maret 2010.

Mashudi menambahkan terapi yang dilakukan para pecandu membutuhkan waktu yang lama, untuk pecandu yang ringan penyembuhan bisa dilakukan sekurangnya dalam waktu tiga bulan terapi.

”Kami punya dua orang tim medis di tiap puskesmas untuk melayani para pecandu narkoba yang terapi, dan setiap hari pasien yang datang mencapai 140 pasien untuk setiap puskesmas,” katanya.

Terkait kesulitan merazia pengedar narkoba, dia mengakui hal itu karena jaringan pengedar sangat banyak dan mempunyai mata-mata, sehingga setiap ada penangkapan tidak dapat dilakukan dengan maksimal.

”Kami masih harus mencari cara agar para pengedar dan penguna bisa terjaring,” katanya.

Mashudi juga mengimbau kepada warga khususnya remaja yang belum pernah mencoba narkoba, untuk tidak sekali-sekali mencoba. Sebab, narkoba dapat menghilangkan masa depan seseorang.

”Apalagi hukuman bagi pengguna dan pengedar cukup berat,” katanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ