VIVAnews - Sungguh miris kenyataan yang dihadapi warga RT 12/01 Kelurahan Lenteng Agung Kecamatan Jagakarsa, pasalnya rumah mereka selama 7 hari tergenang banjir yang tidak juga surut.
Akibat banjir dengan ketingaan air setinggi 80 sentimeter, kondisi warga kian memprihatinkan, banyak dari mereka mulai terserang penyakit seperti batuk dan deman berdarah, Ditambah lagi tidak adanya respon dari pihak terkait yakni pemkot Jakarta Selatan.
Kendati demikian, dari 28 kepala keluarga yang tinggal diwilayah ini masih memilih bertahan, meskipun ada juga yang memilih pindah lataran tak tahan dengan kondisi wilayah rumahnya.
Lani (55) mengatakan, meski tidak musim penghujan, pemukiman ini sudah menjadi langganan banjir sejak puluhan tahun lalu, selain disebabkan kiriman air dari Bogor banjir ini juga diperparah oleh penyempitan saluran Kali Bata yang melintas dipemukiman tersebut.
"Jujur warga kecewa karena penderitaan warga tidak pernah diperhatikan pemerintah meskipun sudah beberapa kali para pejabat mengalami penggantian. Kami warga Jakarta dan juga membayar Pajak," keluhnya.
Pendapat serupa juga diutarakan, Budi Tanjung (35), Ia mengatakan kondisi sudah lama terjadi namun pemerintah seakan menutup mata dan tidak melakukan tindakan kongkrit untuk mengatasi persoalan banjir di Jakarta.
"Saya akan menggugat pemerintah Jakarta karena Gubernur,Walikota,Camat dan Lurah terkesan membiarkan kami menderita karena banjir," kesalnya.
"Bayangkan saja, sudah 12 orang warga jatuh sakit selama seminggu dilanda banjir, sampai tiga anak saya juga sakit DBD, Muntaber serta demam," imbuhnya.
Sementara itu Dinas PU Tata air Jakarta Selatan bersama pihak Kelurahan Lenteng Agung baru melakukan peninjau ke lokasi banjir setelah hari ke tujuh. Dan mereka berjanji akan segera melakukan pelebaran Kali, agar permasalahan banjir ini bisa diselesaikan.