Metro

Anand Krishna Alihkan Isu ke Pluralisme

Korban tidak menggugat masalah pluralisme tapi masalah penyimpangan seksual.

Sabtu, 6 Maret 2010, 18:52 WIB
Eko Priliawito
Anand Krishna pada Peluncuran Buku 'Yought Challenges and Empowerment'  

VIVAnews - Korban dugaan pelecehan seksual Anand Krishna kembali menggelar jumpa pers untuk membongkar bukti-bukti baru dan menyampaikan adanya upaya pengalihan opini terhadap masyarakat terkait kasus ini.

"Menghubungi sejumlah tokoh mempengaruhi opini. Seakan-akan diarahkan kepada upaya kaum miyoritas menekan minoritas dalam arti pluralisme," ujar kuasa hukum korban, Agung Mattauch, Sabtu 6 Maret 2010, di posko pengaduan korban di Apartemen Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Agung, pihaknya tidak menggugat masalah pluralisme tapi masalah penyimpangan seksual. Selain itu diputar pula video dugaan doktrinisasi terhadap anak dibawah umur 15 tahun yang dilakukan Maya Safira Muchtar di padepokan di Bogor, Jawa Barat.

"Hal ini makin memperkuat kami untuk meminta penyidik memeriksa dan menahan Maya dalam membantu kejahatan," ujarnya lagi.

Kemarin pakar spiritual Anand Krishna sudah memberikan keterangan atas dugaan pelecehan seksual yang dialamatkan kepada dirinya. Dalam jumpa pers itu, Anand Krishna kembali membantah tuduhan kepada dirinya atas laporan sejumlah wanita yang mengaku sebagai muridnya.

"Tidak benar, tidak pernah ada dan tidak pernah terjadi," ujarnya.

kuasa hukum Anand Krishna, Darwin Aritongan juga meyampaikan bahwa persoalan terhadap klainnya akan selesai. Dia melihat tidak ada bukti-bukti kuat yang dapat membuktikan segala tuduhan terhadap Anand Krishna.

"Kami tidak melihat fakta yang mereka laporkan sesuai dengan hukum yang ada. Alat bukti mereka lemah," ujar Darwin.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
maria
15/03/2010
lebih baik buka posko penanganan banjir atau bencana alam. Jangan buka poskop di apartemen itu untuk mengkriminalisasi tokoh yang telah banyak berjasa bagi Indonesia. Bicara berdasar fakta dong jangan bilang banyak korban tapi omdo biar berita seru doang
Balas   • Laporkan
Yanni
11/03/2010
Maju terus pak Anand ,saya tidak mengenal anda tapi saya tau apa saja yg telah dia buat utk menciptakan Indonesia yang lebih baik. Siapa pun yang berada di posisi pak anand akan di fitnah. pastinya saya lebih percaya Pak Anand yg telah terlihat kinerja ny
Balas   • Laporkan
wati
11/03/2010
Yg menyebarkan issue macam-macam, ttg ajaran yg aneh bukannya pihak Agung Mattauch/ Tara...kok skrng ngomongnya beda sih...muter-muter...lupa dgn statement yg dulu2 ya. Minum antangin biar pinter...
Balas   • Laporkan
nurwahid
07/03/2010
Fitnah dn kemunafikan terus disebar luaskan agar Bp Anand Krishna tdk dapat menjalankan aktivitas perdamain, keharmonisan dan kasih beliau kepada kita semua,....kita mesti mewaspadai cara-cara provokasi seperti ini, pengacara seperti ini persis dgn para p
Balas   • Laporkan
Abu Hamzah
06/03/2010
Dari dulu orang ini memang bermasalah, sejak dia menerbitkan buku yang dipromosikan besar-besaran sebagai buku pencerahan, yang ternyata didalamnya menghina wanita yang berjilbab. Polisi harus tegas...tidak ada kompromi atas nama Pluralisme...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ